loader image

Ponpes Rakha Amuntai Menjadi Tempat Penanam Pohon Serentak

TANAM POHON-Plt Bupati HSU H Husairi Abdi diwakili Kadis Kominfo H Adi Lesmana melakukan penanaman pohon di Ponpes Rakha Amuntai.

AMUNTAI- Pondok Pesantren Rasyidiah Khalidiah Amuntai bersama Kesatuan Pengelolan Hutan (KPH) Balangan melaksanakan kegiatan Revolusi Hijau dalam rangka hari Penanaman Pohon Indonesia Tahun 2021 yang dilaksanakan di Halaman Ponpes Rakha Amuntai.

Penanaman pohon mengusung tema “Kalsel menanam bersama Paman Birin” ini serentak dilaksanakan di 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, turut hadir Kepala Dinas Kominfo HSU mewakili Plt Bupati HSU, Forkopimda HSU, Pengurus Yayasan Ponpes Rakha, serta Mahasiswa, MTs dan MI dilingkungan Ponpes Rakha HSU.

H. Adi Lesmana Kepala Dinas Kominfo HSU membacakan amanat tertulis Gubernur Kalimantan Selatan, dalam amanatnya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah terlibat aktif dalam penanaman pohon di Kalsel, baik secara perorangan maupun kelembagaan secara khusus.

Suasana kebersamaan gerakan bersama dan gotong-royong sungguh kita rasakan pada saat ini. Kiranya kebersamaan seperti ini semakin menumbuhkan kesadaran kita semua untuk membiasakan menanam pohon di lingkungan manapun kita berada, demi kelestarian lingkungan hidup, yang juga dinikmati anak cucu kita di masa mendatang, katanya.

Kalsel provinsi lainnya di pulau Kalimantan telah mengemban predikat sebagai paru-paru dunia, hal ini lah memotivasi setiap Kabupaten kota di Kalimantan tetap menjaga dan melestarikannya.

Ini artinya bahwa kita menjadi bagian penting dari kemaslahatan masyarakat dunia. Oleh karena itu kita harus memelihara hutan yang masih tersisa di lingkungan Banua kita, dari kerusakan-kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam maupun perusakan dari kesalahan manusia itu sendiri, ujarnya.

Baca juga :  Pimpinan DPRD Turun Langsung Pantau Banjir

Dalam 2 atau 3 dasawarsa terakhir mendatang, kondisi hutan dan lingkungan di Kalsel mengalami kerusakan yang cukup parah. Dimana kerusakan hutan dan lahan mencapai 511.594 hektar, sedangkan rehabilitasi yang bisa tercapai melalui gerakan revolusi hijau hingga saat ini baru seluas 108.040,66 hektar.

Kita menargetkan gerakan revolusi hijau bisa mencapai 32.000 hektar per tahun. Kita sangat bersyukur bahwa gerakan revolusi hijau mendapat dukungan yang luas dari berbagai pihak, dukungan itu datang dari pemerintah pusat, dan pemerintah kabupaten se-Indonesia, imbuhnya. (suf/mb03)