loader image

Pasutri Tewas di Dalam Mobil Terseret Banjir

MENINGGAL – Seorang PNS, Warnisi (52) dan istrinya Norjannah (47) meninggal dunia di dalam mobil yang terseret banjir di jalan perusahaan PT Palopo, Desa Patas I, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

PALANGKARAYA – Seorang PNS, Warnisi (52) dan istrinya Norjannah (47) meninggal dunia di dalam mobil yang terseret banjir di jalan perusahaan PT Palopo, Desa Patas I, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Warnisi yang merupakan Kepala Bidang Pengelolaan, Layanan, Pelestarian Bahan Pustaka pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Barito Utara meninggal di tempat kejadian, Rabu (24/11) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

“Dalam peristiwa tersebut dua orang dalam mobil yang merupakan pasangan suami istri meninggal dunia,” kata Kapolsek Gunung Bintang Awai, Iptu Rahmat Saleh Simamora, dikutip Antara, Kamis (25/11).

Rahmat mengatakan peristiwa berawal saat mobil Warnisi masuk ke jalan perusahaan PT Palopo dari arah Jalan Ampah-Muara Teweh menuju ke arah Desa Tabak Kanilan.

Saat itu curah hujan cukup tinggi yang menyebabkan jalan tersebut terputus sekitar 100 meter akibat banjir dengan kedalaman air kurang lebih sekitar satu meter. Warnisi nekat menerobos banjir

Setelah mobil berjalan sekitar 60 meter melewati genangan air, tiba-tiba bagian belakang mobil terseret arus dan terbawa menuju sungai. Warnisi dan istrinya pun terjebak di dalam mobil tersebut.

“Kita pun langsung melakukan pencarian dibantu dua orang personel Brimob serta masyarakat sekitar, hingga akhirnya mobil berhasil ditemukan di tengah sungai berjarak sekitar 150 meter dari tempat awal,” ujarnya.

Baca juga :  Gubernur Terima Penghargaan Bumandhala Emas 2021

Anggiat Pasaribu ke Arteria: Rindu Khilaf, Minta Maaf ke Abang dan Ibu

Lebih lanjut, Rahmat mengatakan pihaknya langsung mengevakuasi mobil tersebut menggunakan dua unit alat berat jenis eksavator dan membuka jalan di kebun karet milik masyarakat.

Pada saat ditemukan, kedua korban sudah meninggal dunia. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Patas untuk divisum.

Mereka merupakan warga Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalteng. Warnisi rencananya membawa sang istri cuci darah ke Rumah Sakit Umum Daerah Buntok.ant