loader image

Dinkes Tapin Publikasikan Data Hasil Pengukuran Stunting Tahun 2021

Hj Khalidah SST

RANTAU,- Dinas Kesehatan melalui Bidang Kesehatan Masyarakat melaksanakan pembentukan kader pembangunan manusia (KPM) dan sekaligus publikasi data hasil pengukuran stunting tahun 2021, Kamis, bertempat di aula Bakti Ibu Rantau.

Seperti yang diutarakan Hj Khalidah SST Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Tapin, adapun latar belakang dilaksanakannya kegiatan ialah dalam rangka pembangunan bidang kesehatan masyarakat untuk mewujudkan masyarakat Tapin yang sehat, dalam upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting.

Dikatakan Hj Khalidah, pemerintah saat ini terus berupaya untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting dalam RPJMN 2020 – 2024 menjadi 14%.

Upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting akan lebih efektif apabila intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif dilakukan secara terintegrasi dan konvergen.

Kebijakan yang dilaksanakan oleh berbagai sektor belum memprioritaskan intervensi yang efektif, hal itulah yang melatar belakangi dilaksanakannya pertemuan KPM dan publikasi data hasil pengukuran stunting tahun 2021.

Dijelaskan Hj Khalidah, tercatat dari data prevalensi balita stunting berdasarkan Riskesdas tahun 2018 di provinsi Kalsel yaitu 33,2%. Dan 31,5% terjadi pada anak dibawah usia 2 tahun yang merupakan bagian dari masa 1.000 hari pertama kelahiran.

Prevalensi balita stunting berdasarkan hasil studi status gizi balita di Indonesia (SSGBI) di Kalimantan Selatan yang mencapai 31,75% sedangkan prevalensi nasional 27,6%.

Berdasarkan data Kabupaten Tapin hasil e – PPGBM update pengukuran 86% di bulan penimbangan Februari tahun 2021 yaitu 14,39% dan bulan penimbangan Agustus 11,54%.

Baca juga :  Dinkes Tapin Gelar Pelatihan DFI Untuk Inspeksi Industri Rumahan

“Pada tahun 2020 di bulan penimbangan Agustus yaitu 13,73% dan pada tahun 2019 balita stunting (16,85%). Tapin sdah memenuhi target yaitu dibawah dari target nasional (21,1%),” ungkapnya.

Adapun peserta yang hadir yakni dari TP PKK, Dinas PMD, Bappelitbang, para Camat, Kepala Puskesmas, tenaga ahli pendamping dana desa, para Lurah dan perwakilan Kader Posyandu se Kabupaten Tapin.{[her/mb03]}