loader image

Perda RPJMD 2021-2026 Disahkan

BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026, menjadi peraturan daerah (perda), dalam rapat paripurna, Selasa (23/11).

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kota Banjarmasin H Harry Wijaya itu, menghadirkan formasi lengkap dari unsur pimpinan dewan yakni Wakil Ketua HM Yamin, Matnor Ali dan Tugiatno. Sedang dari eksekutif hadir Walikota H Ibnu Sina dan Wakil Walikota H Arifin Noor, serta pejabat Pemko Banjarmasin.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda RPJMD tahun 2021-2026 Sukhrowardi mengatakan, jajaran Pansus sudah menyepakati seluruh isi materi pada raperda tersebut.

Pihaknya bersyukur dapat menyelesaikan pembahasan hingga finalisasi atas raperda tersebut. Pembahasan Raperda RPJMD, ujarnya, berlangsung ketat dan penuh diskusi, hingga sempat terjadi perdebatan kecil antara anggota Pansus dengan dinas terkait.

“Perdebatan bahkan sampai mengarah pada jabatan walikota dan wakil walikota yang hanya sampai 2024. Alhamdulillah, Perda RPJMD yang berlaku hingga 2026, akhirnya bisa disahkan,” kata Sukhrowardi.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, setelah Perda RPJMD ini disahkan, maka pihaknya akan mendukung pemerintah kota dalam menjalankannya. “Kita bersama berkomitmen untuk itu,” ungkap Sukhro –panggilan akrabnya.

Ia menjelaskan, sebagaimana dinyatakan Walikota H Ibnu Sina, RPJMD KotaB anjarmasin tahun 2021-2026 ini, fokus pada tiga pembangunan lanjutan.

Tiga pembangunan lanjutan itu, mulai kepemimpinan Ibnu Sina periode 2016-2019 bersama wakilnya H Hermansyah, hingga periode 2021-2024 dengan wakilnya H Arifin Noor.

Baca juga :  Kuin Cerucuk Kampung KB ke 22

Adapun fokus tiga program pembangunan itu, pertama revitalisasi sungai untuk pengembangan wisata berbasis sungai dan peningkatan transportasi sungai.

Kedua, melahirkan wira usaha baru yang berbasis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengembalikan kota ini sebagai kota perdagangan dan jasa.

Sedangkan ketiga adalah, pelayanan publik yang mudah dan cepat berbasis pada program smart city atau kota pintar.

“Jadi tiga inilah fokus utama program pembangunan sebagai penjabaran visi dan misi pemerintahnya dengan slogan Banjarmasin Baiman dan Bermartabat,” pungkasnya. Edo