loader image

Kemendikbud Sebut Nama Ibu Tunggal Bisa Dicantumkan di Ijazah

F:\ARSIP WEBSITE MATA BANUA\2021\November\25 Nov 2021\1-11\Kemendikbud.jpeg

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti buka suara perihal pencantuman nama ibu tunggal dalam ijazah pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Suharti menjelaskan nama orang tua siswa baik ayah, ibu, atau wali peserta didik dapat dituliskan pada ijazah pendidikan. Nama wali siswa tersebut juga boleh diisi berbeda dengan ijazah pada jenjang pendidikan sebelumnya.

“Berkenaan dengan beredarnya mispersepsi mengenai pengisian nama orang tua atau wali peserta didik dalam blangko ijazah pendidikan dasar dan menengah, saya sampaikan blangko ijazah pendidikan dasar dan pendidikan menengah dapat mencantumkan nama ayah, ibu, atau wali peserta didik,” kata Suharti dalam keterangan tertulis, Rabu (24/11), kepada cnnindonesia.

Aturan pengisian nama wali siswa tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 28 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pengisian Blangko Ijazah Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Dalam aturan tersebut, Suharti juga menjelaskan bahwa nama ayah, ibu, atau wali peserta didik yang dimaksud dapat ditulis berbeda dengan nama wali peserta didik yang tercantum pada ijazah jenjang pendidikan sebelumnya.

Kepala Sekolah Buka Suara soal 3 Siswa SD Saksi Yehuwa Tak Naik Kelas

Artinya Kemendikbudristek memperbolehkan seorang peserta didik bisa memiliki nama wali siswa yang berbeda di tiap ijazah, sesuai dengan permohonan orang tua atau wali.

“Pencamtuman nama ayah, ibu, atau wali peserta didik dalam blangko ijazah pendidikan dasar dan pendidikan menengah mengikuti permohonan ayah, ibu, atau wali peserta didik yang bersangkutan,” kata Suharti.

Baca juga :  Pemerintah Minta Daerah PPKM Level 1-3 Berani Buka Sekolah

Penulisan nama wali murid dalam ijazah siswa menuai kritik karena cenderung hanya mencantumkan nama ayah. Hal ini dinilai sarat diskriminasi gender. Sementara nama ibu tunggal disebut sulit mendapat persetujuan dari pihak sekolah untuk disertakan sebagai wali siswa dalam ijazah.

Keresahan tersebut berujung pada petisi yang meminta Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk mengubah peraturan Kemendikbudristek agar blangko ijazah dapat mencantumkan nama ayah atau ibu, atau wali yang ditunjuk oleh keluarga.web