loader image

Kejari Lakukan Pemusnahan Barang Bukti

D:\Data\November 2021\2611\2\2\New Folder\kejari HST.jpg
PEMUSNAHAN barbuk di Kejaksaan Negeri HST.

BARABAI – Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Tengah menggelar pemusnahan barang bukti yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dari 188 penanganan perkara sejak 22 Oktober hingga 11 November 2021, di halaman kantor kejaksaan setempat, Kamis (25/11).

Kepala Kejaksaan Negeri HST Trimo menerangkan, barang bukti yang dimusnahkan di antaranya obat yang tidak memiliki izin edar, termasuk berbagai jenis obat kuat. Selain itu, juga dimusnahkan barbuk narkotika jenis sabu, gawai, senjata tajam, dan berbagai macam sarana perjudian serta alat setrum ikan.

Rinciannya untuk kasus narkoba, yaitu sebanyak 396 paket sabu seberat 677,1 gram, 1.718 obat tanpa merk, 10 butir obat ekstasi, dan 61 buah gawai dengan penanganan sebanyak 93 perkara.

Selanjutnya, sebanyak 46,425 butir obat jenis Seledryl, 1.210 butir obat jenis Samcodin, 110 botol minuman keras beralkohol, dan dua buah gawai dengan penanganan sebanyak 16 perkara. Barbuk tersebut dimusnahkan dengan cara dilarutkan atau diblender.

Ada juga sebanyak 29 buah senjata tajam berbagai jenis, hasil tindak kejahatan sebanyak 43 perkara yang dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan gerinda.

Pihaknya juga memusnahkan 121 butir obat jenis Alprazolam dengan penanganan sebanyak dua perkara. Selain itu, turut dihancurkan empat buah alat setrum ikan dari penanganan empat perkara, dan barbuk hasil perjudian beserta gawainya sebanyak 10 buah dari 30 perkara yang ditangani.

Baca juga :  Buser Selatan Cokok Pria Pengangguran Terduga Pengedar Sabu-sabu

Terpisah, Kejaksaan Negeri Kabupaten Tapin juga memusnahkan barang bukti kasus tindak kejahatan sepanjang tahun 2021. Dari semua barbuk tersebut, kasus penyalahgunaan narkotika mendominasi.

Plt Kepala Kejaksaan Negeri Tapin Fadlan mengungkapkan, pemusnahan barang bukti itu di antaranya 131,77 gram sabu, 1.196 butir pil dextro, 32 bilah sajam dan 43 pakaian dari kasus kejahatan terhadap nyawa dan perlindungan anak.

D:\Data\November 2021\2611\2\2\New Folder\kejari tapin.jpg

PLT Kepala Kejaksaan Negeri Tapin Fadlan saat memusnahkan barbuk tindak kejahatan.

“Tujuannya agar tidak disalahgunakan, dan ini merupakan bagian dari penegakkan hukum. Barang bukti yang sudah berkekuatan hukum tetap atau kasusnya sudah diputus oleh pengadilan, maka barang bukti harus dimusnahkan,” ujarnya, Kamis (25/11).

Fadlan mengungkapkan, pemusnahan barang bukti merupakan hasil perkara yang sudah diputus Pengadilan Negeri Rantau pada Desember 2020 hingga November 2021.

Menurut catatan kejaksaan, kasus yang paling dominan di Tapin adalah penyalahgunaan narkotika jenis sabu sebanyak 51 perkara. Urutan kedua adalah penyalahguanaan sajam dengan 31 perkara.

“Di Tapin marak penyalahgunaan narkotika. Kemungkinannya, ini dipengaruhi letak geografisnya sebagai perlintasan,” ujarnya. ant/yos