loader image

Dinamika Ideologi dalam Kehidupan Politik

D:\Data\November 2021\2611\8\8\Rifaldi makriwal.jpg
oleh : Rifaldi Makriwal, Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara UNP

Ideologi tentu tidak asing lagi terdengar di telinga kita semua yang selalu berfikir untuk masa depan. Ideologi sendiri selalu menjadi solusi dalam membuat suatu perencanaan yang akan dicapai dimasa yang akan datang. Ideologi terkadang bisa menjadi tolak ukur dalam melihat arah dan tujuan kedepan. Ideologi sering diartikan sebagai pandangan atau tujuan yang ingin dicapai. Sementara itu banyak juga dari kalangan rakyat yang belum mengetahui apa itu ideologi sebenarnya.

Ideologi merujuk kepada Etimologi berasal dari kata Yunani yaitu idea yang artinya ide atau gagasan. Kemudian dilanjutkan kata logos yang artinya ilmu. Sehingga dapat disimpulkan bahwasanya ideologi itu merupakan pengetahuan tentang ide atau gagasan.

Tak kalah pentingnya Karl Marx berpendapat bahwa ideologi adalah alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat. Disamping itu Thomas Hobbes juga mengatakan Ideologi adalah seluruh cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah agar dapat bertahan dan mengatur rakyatnya.

Jadi ideologi adalah suatu ide atau gagasan yang kita buat untuk mencapai suatu tujuan yang telah dibuat. Sederhana nya ialah ketika kita memiliki cita-cita dan harus berjuang untuk mewujudkan cita-cita yang telah dibuat maka secara tidak langsung sudah memiliki ideologi dalam diri sendiri.

Ideologi dengan masa depan memiliki hubungan yang sangat erat dimana awal dasar dari pemikiran memiliki subtansi yang jelas dalam mencapai hasil dari pemikiran tersebut. Sehingga keingan dalam mencapai hasil dari pemikiran tadi itu akan berhubungan dengan masa depan pada saat keinginan itu tercapai atau tidaknya.

Namun, banyak terjadi pada saat sekarang kesalahpahaman dalam mengartikan ideologi sehingga salah dalam Implementasian. Makna ideologi sendiri terkadang kurang melekat dalam hati manusia. Sehingga tak salah terjadinya ketertinggalan dalam berfikir. Ideologi itu sendiri sangat menentukan masa depan yang akan datang.

Baca juga :  Walikota Ikuti Dialog Kebangsaan Ideologi Pancasila

Berbicara mengenai ideologi tentu berkaitan erat juga mengenai demokrasi dan politik. Dimana kita sekarang akan membawanya ke arah tatanan kenegaraan. Sehingga proses politik dalam pemerintahan akan memiliki peran penting dalam ideologi seorang penguasa Ketika memberikan kebijakan politik. Tentu harus memiliki idealis yang kokoh tanpa ada pengaruh ataupun bisikan dari luar.

Bangsa Indonesia memiliki ideologi mendasar yang dikenal dengan Pancasila, sehingga pandangan dan arah tujuan bangsa berpatokan kepada nilai-nilai dalam Pancasila. Menjadi ideologi bangsa Pancasila sering mengalam tantangan dalam berdemokrasi bahkan menjadi korban politik dari para elite.

Ideologi bisa menjadi korban dan bisa menentuka kekuatan demokrasi. Tak kalah menariknya ideologi dijadikan bahan kepentingan untuk mendapatkan sesuatu yang menindas idealis sendiri bahkan ideologi bangsa menjadi korban. Hal ini banyak terdapatnya koruptor yang merajela di Indonesia, menariknya juga para koruptor berasal dari kalangan Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif.

Inilah yang mendasari ideologi menjadi korban dari para oknum berkepentingan. Dan tak hanya itu permainan Kolusisme menjadi solusi bagi para koruptor untuk mendapatkan keringanan atau bahkan dibebaskan dari kasus korupsi. Dan itu sudah terjadi di Indonesia. Hal ini menandakan sejatinya ideologi menjadi pandangan dan ide untuk masa depan perlahan-lahan berubah menjadi ide kepentingan semata untuk kekuasaan dan kerakusan. Realitasnya sampai saat sekarang masih adanya oknum-oknum yang menindas ideologi bangsa.

Dalam menjalankan demokrasi di Indonesia sangat penting adanya sikap idealis dalam diri seseoarang untuk ikut andil dalam berpolitik. Banyak partai-parta politik di Indonesia dengan membawakan ideologi masing-masing tentu memberikan ruang demokrasi yang bebas dan aktif dari berbagai kalangan. Dan ini menandakan Indonesia masing berdemokrasi.

Baca juga :  Menggagas Kritik Kolaborasi dalam Kehidupan Demokrasi

Namun, tak disangka pula penyimpangan juga banyak terjadi ditubuh partai politik karena disebabkan oleh adanya suatu idealisme yang berbeda. Dan fakta juga membuktikan banyak orang yang keluar masuk partai untuk menempatkan kepentingan yang sesuai dengan idealisme masing-masing. Dan ini dapat mencederai demokrasi di Indonesia.

Apa lagi saat era Revolusi sekarang sudah bermunculan ideologi besar seperti Kapitalisme dan Liberalisme. Dan tambah lagi ideologi ini sering muncul dikalangan pejabat-pejabat pemerintah dalam melaksanakan tugas pemerintahan. Sehingga timbul keraguan dari rakyat akan bergantinya ideologi Pancasila ke ideologi lain.

Penulis melihat secara sudut pandang Empiris sudah banyak munculnya ideologi Kapitalisme di Indonesia. Banyaknya kalangan elite sudah menggunakan ideologi kapitalis tentu untuk kepentingan-kepentingan yang terutama di sektor perekonomian. Banyak terjadi kekuasaan ekonomi yang menyebabkan pasar banyak dikuasasi oleh penguasa sehingga ruang dan kesempatan bagi rakyat sedikit. Ideologi kapitalis sangat mengancam perekonomian rakyat dan sudah tampak jelas berkembang sekarang.

Disamping itu penulis juga melihat bahwasanya ideologi Liberalisme tak kalah saing dengan Kapitalisme. Liberalisme saat sekarang juga sudah mulai berkembang di Indonesia dengan bermunculan kebebasan yang tidak jelas. Tentu ini akan menandakan pengaruh penguasa dalam menjalankan Liberalisme semata-mata tak lepas dari kepentingan politik.

Masuknya ideologi baru akan berpengaruh juga terhadap kultur budaya dan kebiasaan rakyat yang tidak sesuai dalam adaptasi ideologi seperti Kapitalis dan Liberalis. Penulis menilai ideologi ini merupakan ideologi kepentingan pribadi atau kelompok tidak atas dasar kepentingan umum. Jadi siapa yang kaya tambah kaya dan yang miskin akan tambah miskin.

Hal terpenting jika pemimpin tidak tegas dalam mengatasi persoalan ideologi tentu akan berakibat fatal terhadap masa depan suatu bangsa. Disamping itu kekacauan berideologi akan mengakibatkan terjadinya konflik, baik antara rakyat dengan penguasa maupun rakyat dengan rakyat. Karena ideologi merupakan persoalan pandangan yang sama untuk satu tujuan. Kalaulah pandangan dalam suatu bangsa berbeda-beda tanpa ada landasan ideologi yang sah, maka akan timbul kekacauan dalam berdemokrasi dan bahkan bernegara.

Baca juga :  Kesenjangan Sosial Si Kaya Dan Miskin Melebar Dalam Sistem Kapitalisme

Jadi ada dua perspektif dimana disamping kita mempunya ideologi masing-masing dalam menentukan arah hidup disamping itu kita juga harus memilik ideologi kesamaan yiatu ideologi Pancasila. Kita dituntut juga untuk mempunyai suatu landasan sendiri agar kita tidak terombang ambing di atas terjangan badai yang kencang. Dan kita tetap kokoh dengan pondasi yang kuat yaitu ideologi.

Dalam berdemokrasi tentu idealis kita sendiri yang akan diuji dalam menjalankan dunia perpolitikan. Sehingga pada saat ajang-ajang pemilihan tentu yang dituntut idealisme kita. Siapa yang dipilih sesuai dengan kriteria seorang pemimpin. Dan juga pada saat memutuskan suatu perkara tentu idealisme akan diuji lagi seberapa bijak kita menyelesaikan persoalan.

Tambah juga mengenai persoalan masa depan ditentukan ideologi kita saat ini. Namun, seketika ideologi diri sendiri bisa berganti kapanpun dan akan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi saat itu. Tapi persoalan ideologi bangsa yaitu Pancasila jangan sampai dihancurkan oleh kepingan elite penguasa yang menjadi Pancasila sebagai korban kepentingan para elite tersebut.

Apa bila ideologi diri sendiri sejalan dengan ideologi Pancasila maka dapat dipastikan politik masa depan dan cita-cita yang telah di idealis kan akan tercapai. Tambah lagi dengan penguasa yang memang betul berpihak kepada rakyat dan peduli kepada rakyat. Dan dapat dipastikan ideologi bangsa akan mendapat jalan baik menuju masa depan.