loader image

Banjir dan Longsor Dampak Kapitalisasi

OLeh: Sriyati (Ibu Rumah Tangga di Batola)

Indonesia kembali mengalami duka mendalam setelah banjir dan longsor menimpa di berbagai wilayah. Penyebabnya bukan hanya karena curah hujan yang tinggi, tetapi karena kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS), serta maraknya konversi tutupan lahan, akibat dari tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab yang semata-mata hanya mementingkan kepentingan individu saja.

Banjir di Kalimantan Barat bukan hanya curah hujan tinggi, tetapi juga kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) serta maraknya konversi tutupan lahan.”Perubahan atau konversi lahan, menyebabkan jenis tutupan lahan berubah, hal ini juga merupakan salah satu penyebab terjadinya kerusakan daerah aliran sungai (DAS).

Bencana alam ini mengakibatkan banyak korban jiwa, kehilangan sanak saudara, dan kehilangan harta benda.Banyak korban yang tempat tinggalnya hanyut di terjang banjir bandang atau tertimpa reruntuhan longsor.

Persoalan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, atau bencana alam lainnya adalah akibat pembangunan kapitalistik.Adanya ikut andil manusia dalam kerusakan alam yang terjadi saat ini karena adanya kebijakan pro kapitalis liberal. Para kapitalis hanya mementingkan keuntungan pribadi saja, sedangkan manusia lain dan lingkungan yang terkena imbasnya.

Sampai saat ini, solusi yang ada belum mampu mengatasi kerusakan alam.Hal ini karena kegagalan dalam mengatasai akar permasalahan dalam mengatasi krisis lingkungan.Akar masalah dari semua itu adalah diterapkannya sistem kapitalisme.Sistem ini hanya peduli pada manfaat dan keuntungan ekonomi dan juga hanya memihak kepada kelompok yang memilki modal yang besar, tak peduli meski harus mengorbankan lingkungan.Akibatnya, eksploitasi sumber daya alam terus saja berjalan tanpa kendali.Kebebasan kepemilikan di sistem kapitalisme membenarkan hal itu terjadi.

Baca juga :  Pancasila dan Semangat Yang Belum Menjiwai

Dalam Islam, seorang Muslim memiliki kewajiban untuk menolong dan membantu saudara-saudaranya yang sedang ditimpa bencana, termasuk akibat banjir dan longsor. Namun, tanggung jawab terbesar sesungguhnya berada di pundak pemimpin negara sebagai pengurus, pelayan dan pelindung rakyatnya.

Rasulullah Saw. bersabda, “Seorang imam adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyatnya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap rakyatnya” (HR Bukhari Muslim).

Artinya, negara wajib untuk bertanggung jawab atas bencana yang menimpa dan tidak abai dengan menyerahkan urusannya kepada pihak lain.

Dengan berbagai bencana alam yang terjadi, ada sesuatu yang perlu untuk direnungkan.Yaitu, penyebab bencana dan penanganan bencana.Terkait penyebab bencananya, Allah SWT menyatakan bahwa musibah, termasuk bencana alam, memang terjadi sesuai dengan kehendak dan ketentuan-Nya sebagai qadha’-Nya.Namun demikian, Allah SWT juga memperingatkan, banyak musibah yang terjadi yang melibatkan peran manusia.

Allah SWT berfirman, “Musibah apa saja yang menimpa kalian itu adalah akibat perbuatan kalian sendiri.Allah memaafkan sebagian besar (dosa-dosa kalian).”(TQS. Asy-Syura [42]: 30)

Hal-hal itu terlihat dengan jelas dalam kasus musibah banjir dan longsor.Banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi begitupun dengan longsor.Padahal, penyebab dari bencana alam tersebut bukan hanya dari itu saja.Banjir bisa disebabkan karena buang sampah sembarangan dan tidak adanya serap air.Kemudian longsor, bukan hanya karena faktor hujan tapi bisa saja karena tidak adanya penyangga seperti pepohonan yang bisa mengatasi terjadinya longsor.

Baca juga :  Bupati Panen Padi Dilahan Eks Banjir

Allah SWT berfirman, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)

Dari semua itu, hanya curah hujan yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia.Faktor lainnya sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia, termasuk adanya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh penguasa.Karena itu, dalam bencana banjir, tidaklah bijak jika malah menjadikan curah hujan sebagai kambing hitam.

Masalah ditutupnya lahan hingga semakin berkurangnya efektivitas DAS juga menjadi faktor lain yang memperburuk musibah banjir. Akibatnya, ketika memasuki musim hujan, banjir tidak bisa dihindari. Sama hal nya seperti kawasan hutan, jika pohon-pohon terus ditebang karena untuk pembangunan maka bencana longsor akan terus terjadi.

Karena itu, kunci untuk mengakhiri segala bencana alam ini tidak lain dengan menerapkan ideologi dan sistem yang telah Allah SWT turunkan,yaitu sistem Islam. Dengan diterapkan syariah Islam secara kaffah dalam semua aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan lahan/tanah, sumberdaya alam dan lingkungan hidup akan terjaga.