loader image

Perkawinan Dini Tinggi, DP3AKB Gencarkan Sosialisasi

SOSIALISASI – Kepala DP3AP2KB Tabalong H Rusmadi saat memberikan sosialisasi kepada tokoh agama dan masyarakat dalam mengantisipasi tingginya angka perkawinan dini di Kabupaten Tabalong.

TANJUNG – Tingginya angka perkawinan dini di Kabupaten Tabalong, berdampak dengan meningkatnya angka perceraian.

Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AKB) setempat bekerja sama dengan Pengadilan Agama Tanjung, gencar menyosialisasikan pengembangan komunikasi informasi dan edukasi forum partisipasi publik, untuk kesejahteraan perempuan dan anak.

Sosialisasi ini berfokus pada pembahasan pencegahan perkawinan anak, diikuti tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Tanjung.

Kepala DP3AP2KB Tabalong H Rusmadi mengatakan, Tanjung menjadi salah satu kecamatan di Tabalong, yang menjadi sasaran sosialisasi lantaran tingginya angka perkawinan anak. “Kecamatan Tanjung angka perkawinan dininya lumayan tinggi,” ujarnya, Selasa (9/11).

Tidak hanya di wilayah perkotaan, pihaknya juga melakukan sosialisasi dampak negatif dari perkawinan dini ini di wilayah perdesaan.

“Dalam pelaksanaan sosialisasi ini, kita selalu mengundang peserta dari lurah, kepala desa, serta tokoh-tokoh masyarakat,” katanya.

Kepada mereka, lanjut dia, diminta untuk menyampaikan dan memberikan sosialisasi lanjutan kepada para masyarakat di desanya masing-masing, agar pelaksanaan perkawinan di usia anak ini tidak terjadi lagi karena di Kecamatan Tanjung.

Pihaknya berharap, para kepala desa dan tokoh masyarakat mampu melanjutkan informasi ini pada masyarakat luas. Hal ini bertujuan untuk mencegah meningkat dan terjadinya perkawinan anak dengan usia terlalu muda.

Terpisah, salah seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Tanjung, H Andi, mengapresiasi adanya sosialisasi ini. Menurutnya, informasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, termasuk dirinya para orangtua.

Baca juga :  Sanggahan Peserta Seleksi CASN Dan P3K Diterima, 34 Berkas Dinyatakan Lolos

“Memang kita akui, kebanyakan masyarakat kalau mempunyai anak gadis lebih memilih mengawinkannya daripada harus membiarkan anak berpacaran ataupun jalan-jalan dengan teman-temannya,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, ia berharap sosialisasi ini lebih sering dilaksanakan di wilayah desa. rls