loader image

Ibnu Tak Melarang Shaf Shalat Dirapatkan

SALAH satu tempat ibadah di Jalan Gatot Subroto yakni Mesjid Baiturrahman tidak terlihat lagi stiker pembatas jarak shalat di lantai, yang sebelumnya terpasang selama pandemi Covid-19.

BANJARMASIN – Kabar mengenai pelepasan batas shaf shalat di beberapa mesjid di Kota Banjarmasin, telah sampai ke Walikota H Ibnu Sina. Ia pun memberikan penjelasan kepada awak media perihal tersebut.

“Belum ada arahan mengenai hal tersebut, tapi kita tidak melarang (shaf shalat dirapatkan) selama warga yang melakukan ibadah telah divaksin guna keamanan bersama,” ujarnya, di balai kota, Senin (25/10).

Menurutnya, sekarang status Kota Banjarmasin memang berada pada PPKM Level 2. Beberapa kelonggaran pun sudah mulai dirasa. Tapi, ia juga minta warga tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Saya akan terus mengimbau masyarakat yang hendak melaksanakan salat berjamaah di mesjid agar tetap menjaga kesehatan masing-masing dan tidak mengabaikan protokol kesehatan,” kata Ibnu.

Hingga saat ini, walikota mengaku belum mendapat arahan atau instruksi dari pemerintah pusat, terkait dibolehkannya perapatan shaf shalat di tempat ibadah seperti mesjid dan mushala.

“Kemungkinan masyarakat hanya mencontoh dari video yang beredar bahwa di Mekkah dan Madinah telah melepas batas shalat,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengaku telah mengetahui ada sejumlah tempat ibadah merapatkan shaf shalat.

“Ya sudah tahu, kita tidak melarang juga tidak mengizinkan. Soalnya, belum ada arahan untuk itu,” sebut Machli.

Ia mengatakan, pihaknya akan mendukung hal baik yang dilakukan masyarakat, demi kemashlahatan banyak orang. Namun, tentu saja tetap masyarakat diminta tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

Baca juga :  Mabes Polri Diserang Gadis Berpistol , Kapolri Pastikan Situasi Aman

“Ini kan demi kebaikan banyak orang, dan juga untuk kenyamanan beribadah. Jadi selagi warga tidak melanggar prokes, tidak apa-apa,” lanjutnya.

Machli sendiri tak banyak memberi komentar mengenai pelepasan tanda batas shalat ini. “Ini adalah urusan agama, jadi saya tidak berani berkomentar lebih banyak,” pungkasnya. dwi