loader image

Bikin Kanal Youtube Usai Dipecat KPK

F:\ARSIP WEBSITE MATA BANUA\2021\Oktober\15 Okt 2021\1-11\novel.jpeg
Novel Baswedan

EKS penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kini aktif membuat kanal YouTube usai tak lagi bekerja di lembaga antirasuah tersebut.

Novel berharap melalui kanal YouTube miliknya, bisa membantu mengedukasi masyarakat mengenai isu anti korupsi dan penegakan hukum.

“Saya perkenalkan channel resmi Novel Baswedan, semoga bisa menjadi media untuk edukasi dan informasi mengenai isu anti korupsi, penegakan hukum, keadilan dan diskusi lain yang membangun semangat dan konsistensi,” kata Novel dalam unggahan Twitternya, Kamis (14/10).

Saat diakses CNNIndonesia.com pada pukul 19:07 WIB unggahan video pertama Novel Baswedan telah dilihat oleh 1.063 kali dan 428 orang menyukai. Video pertama Novel berjudul “Channel Resmi Novel Baswedan” berdurasi lima menit.

“Hal penting yang ingin saya sampaikan adalah kalian boleh membutakan mata saya tapi perjuangan memberantas korupsi harus tetap berjalan karena hukum tidak pernah buta,” kata Novel dalam pembuka videonya.

Dalam unggahan video pertama itu, Novel juga men­je­laskan maksud dan tujuannya membuat kanal YouTube pribadi. Ia mengatakan kanal YouTube tersebut akan menjadi media berbagi pengalaman, dan berdiskusi terkait isu pem­be­rantasan korupsi.

Novel juga menyinggung kemungkinan dirinya akan mengundang tamu yang berintegritas untuk berbagi pe­nga­laman di kanal YouTubenya.

“Saya ingin berbagi dengan banyak hal, terutama hal berhubungan anti korupsi, berhubungan dengan pengalaman saya, pengetahuan, dan tentunya sharing dengan orang lain yang punya komitmen dan integritas,” ujar Novel.

Baca juga :  Gubernur Kalsel: Satu PDP di Kalsel Positif Covid-19

Novel Baswedan adalah salah satu dari total 57 pegawai KPK yang dipecat karena tak lolos tes wawasan kebangsaanmenerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.

Dengan demikian, target vaksinasi pem­e­rin­tah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 50,08 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 29,01 persen. Untuk itu, opsi vaksin booster menurutnya masih belum etis untuk dilakukan.

“Secara etis kasihan teman-teman kita yang belum bisa dapat akses vaksin pertama. Kita beruntung sekali sudah dua dosis, kalau kita tiga kan kita mengurangi jatah orang,” ujar Budi.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali sebelumya memastikan Kementerian Kesehatan Arab Saudi resmi mengizinkan penggunaan dua vaksin Sinovac dan Sinopharm bagi calon jemaah umrah. Namun jemaah haji umrah wajib disuntik salah satu vaksin lainnya seperti Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Jhonson and Jhonson sebagai booster.web