loader image

Sebelum PTM Murid dan Guru Wajib Divaksin

Ketua DPRD Tapin H Yamani

RANTAU – Ketua DPRD Tapin H Yamani mengatakan, murid yang cukup syarat dan guru wajib divaksin sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Untuk keamanan siswa dan dewan pengajar wajib terlebih dulu divaksin,” ujarnya.

Pelaksanaan PTM, disarankannya agar tidak terburu-buru, tetap memperhatikan perkembangan COVID-19 disetiap wilayah sekolah.

“Kami amati perkembangan COVID-19 dari bulan September sampai awal Oktober, terus mengalami penurunan, saya berharap PTM di Tapin sudah bisa dilakukan bertahap dan tetap menerapkan prokes ketat,” ujarnya.

Sosialisasi prokes disetiap sekolah, dimintanya agar dilaksanakan secara masif oleh dinas terkait.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin Irnawati, menerangkan untuk setingkat TK dan SD hanya guru yang divaksin, sedangkan setingkat SMP murid dan guru.

Sejauh ini, dari total keseluruhan setingkat TK atau PAUD 182 sekolah dan 178 SD sudah menyatakan siap untuk PTM. Sebanyak 711 guru TK dan 1.872 guru di SD diperkirakan Dinas Pendidikan Tapin untuk vaksinasi sudah mencapai angka 100 persen.

Namun berbeda hal dengan SMP, untuk realisasi pelaksanaan PTM masih butuh waktu. Sementara, dari 26 sekolah baru 14 yang mengajukan kesiapan, ditambah masih ada 2.515 dari 3.796 siswa yang belum divaksin.

Sebanyak 295 total guru di 14 sekolah yang mengajukan itu tersisa delapan guru yang belum divaksin karena memiliki penyakit bawaan.

Dinas pendidikan sampai saat ini masih berupaya untuk meningkatkan capaian angka vaksinasi dengan berkoordinasi dengan dinas kesehatan serta pimpinan daerah.

Baca juga :  MENWA TERJUN KE LOKASI TMMD KE-109 KODIM 1001/AMUNTAI

“Ke depannya, Senin atau Selasa kami akan evaluasi ke sekolah sekolah, apakah sudah siap apa belum. Kalau sudah siap kami akan koordinasi dengan yang terkait dan kita laporkan ke bupati untuk keputusannya,” terangnya.

Kelandaian kasus COVID-19 di Tapin, menghasilkan penurunan level PPKM yang sebelumnya 3 sekarang sudah ke level 2.ant