loader image

Insentif Nakes Banjarmasin Tertunggak Rp 5 Miliar

D:\Data\Oktober 2021\1410\5\hal 5\Para Nakes di Rumah Sakit Sultan Suriansyah.jpg
DUA tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Sultan Suriansyah beristirahat setelah menangani pasien Covid-19.

BANJARMASIN – Insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani kasus Covid-19 di Kalsel kembali mengalami penunggakan. Khusus Banjarmasin, tunggakannya mencapai Rp 5 miliar lebih.

Kepala Perwakilan BPKP Kalsel Rudy Mahani, belum lama tadi menjelaskan, tunggakan terbanyak terdapat di Kota Banjarbaru mencapai Rp 12,5 miliar lebih. Kemudian, Provinsi Kalsel sebesar Rp 6 miliar lebih, disusul Kota Banjarmasin Rp 5 miliar lebih.

Selanjutnya, kata dia, Balangan tertunggak Rp 4 miliar lebih, Kotabaru Rp 3 miliar lebih, dan HST Rp 2 miliar lebih. Sedangkan Tanahlaut, Tanah Bumbu dan HSU masing-masing lebih dari Rp 1 miliar dan terakhir Kabupaten Barito Kuala lebih dari Rp 800 juta.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi tak menampik ada tunggakan tersebut.

Namun, secara keseluruhan jubir Satgas Covid-19 ini tak mengetahui detail berapa insentif nakes yang di bawah naungannya yang tertunggak.

Ia juga mengaku tak mengetahui data tunggakan sebesar Rp 5 miliar itu terjadi di Kota Banjarmasin. Meski demikian, Machli yakin tunggakan itu tidak lama lagi akan diselesaikan Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Tunggakan ada tapi bulan berapa saya belum melihat. Tapi sebenarnya persoalan ini tidak perlu dipermasalahkan dan merupakan hal yang wajar karena mengambil dalam APBD Perubahan,” katanya saat dihubungi via Whats App, Rabu (13/10).

Machli minta agar terkait tunggakan insentif nakes itu ditanyakan kepada Bakeuda Kota Banjarmasin. “Tanyakan saja ke Bakeuda sudah ditranfer apa belum,” ujarnya.

Baca juga :  Surat Penolakan Omnibus Law Diantar ke DPR RI

Ia menganggap tunggakan itu merupakan hal yang biasa dan diyakininya tidak lama lagi akan diselesaikan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bakeuda Kota Banjarmasin Subhan Noor Yaumil mengatakan, insentif nakes itu diambil dari refocusing anggaran SKPD. Jadi tergantung berapa yang dikeluarkan SKPD.

Apakah siap atau tidaknya anggaran tersebut, ia mengaku belum mengetahui karena sekarang ini masih berada di luar daerah. dwi