loader image

Ibu-ibu Diedukasi Tentang Pencegahan Stunting

D:\Data\Oktober 2021\1410\5\hal 5\lurah s.lulut Umar memberikan motivasi warganya.jpg
LURAH Sungai Lulut Umar memberikan edukasi pada warganya tentang perbaikan gizi guna mencegah stunting.

BANJARMASIN – Kelurahan Sungai Lulut bersama Badan Pengendalian Penduduk KB dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Banjarmasin melalui Koordinator KB Banjarmasin Timur menyosialisasikan pemahaman kesehatan reproduksi dan stunting bagi remaja calon pengantin, dan edukasi penyuluhan 1.000 hari bagi kehidupan ibu hamil dan keluarga Baduta (ibu dengan bayi dua tahun), di Banjarmasin, Rabu (13/10).

Kegiatan menghadirkan ibu rumah tangga (IRT) warga setempat dan remaja putri yang pra perkawinan.

Koordinator KB Banjarmasin Timur Noormala menjelaskan pentingnya mencegah stunting atau tumbuh pendek pada anak. Ia mengatakan, stunting terjadi akibat kekurangan gizi pada 1.000 hari pertama kehamilan. Stunting dapat berpengaruh terhadap kecerdasan anak dan status kesehatan ketika dewasa.

“Stunting sebenarnya bukan dari faktor keturunan atau genetik, sehingga dapat dicegah,” tutur Mala –panggilan akrabnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, mulai sekarang dibiasakan ubah pola makan dengan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

“Satu porsi makan, diisi setengahnya dengan sayuran dan buah setengahnya lagi diisi dengan sumber protein hewani atau nabati (lauk pauk) dengan jumlah porsi lebih banyak dari karbohidrat atau nasi,” jelasnya.

Penting juga persiapan alat reproduksi pra perkawinan. Calon pengantin dan calon ibu harus memperhatikan asupan gizi yang cukup, sehingga ketika hamil tidak terjadi anemia atau kekurangan gizi. Hal ini, guna mencegah terjadinya kekurangan berat badan pada bayi.

Baca juga :  Sudah 2 PDP Meninggal di Banjar

Sementara, Lurah Sungai Lulut, M Umar mengimbau ibu-ibu yang sedang hamil mulai saat ini membiasakan makan sayur dan buah-buahan. Selain itu, ibu-ibu yang memiliki bayi agar memperbanyak memberi protein untuk makan si kecil.

Makanan seperti itu tidak perlu mahal, Karena di Indonesia sumber protein bisa didapat dari tempe, tahu dan telur. Atau protein hewani seperti ikan.

“Saya mengharapkan melalui sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman positif bagi ibu-ibu agar dapat memperbaiki asupan gizi anak-anaknya,” tutup Umar. via