loader image

Fokus Melakukan Pengukuran Tanah

Sofia Rachman

AMUNTAI-Kantor Pertanahan Kabupaten Hulu Sungai Utara pada 2021 memiliki dua kegiatan terkait Pendaftaran Tanah Sertifikasi Lengkap (PTSL) yakni kegiatan PTSL dengan kouta sebanyak 3763 bidang dan kegiatan PTSL Berbasis Masyarakat (PTSL-PM) dengan 40.000 bidang.

“Kalau Kegiatan PTSL yang 3763 bidang sudah selesai dituntaskan bahkan sebagian sertifikat sudah diserahkan kepada masyarakat,” ujar Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Sofia Rachman di Amuntai, belum lama tadi.

Sedangkan kegiatan PTSL- PM, masih berlangsung dan efektif dilaksanakan sejak Agustus 2021 sejak. Sehingga Kantor Pertanahan berupaya menuntaskan target yang diberikan hingga akhir tahun ini.

Kendala yang dihadapi pihak Kantor Pertanahan dalam kegiatan PTSL PM ini adalah antusias masyarakat yang kurang tinggi disebabkan masyarakat menganggap masih adanya biaya-biaya yang harus dikeluarkan.

Selain itu, kata Sofia, warga kerap tidak berada ditempat sehingga petugas sulit melakukan pengukuran karena tidak tahu batas tanah bahkan seringkali patok tanah juga tidak ada.

Menurut Sofia, tidak masalah masyarakat belum bisa melakukan pendaftaran bidang tanah untuk pembuatan sertifikat yang terpenting bidang tanah milik masyarakat sudah diukur.

“Jika masalahnya karena ketiadaan anggaran untuk membuat sertifikat tanah, tidak apa-apa yang penting sudah dilakukan pengukuran bidang tanah,” katanya.

Sofia mengatakan, untuk pembuatan sertifikat tanah dalam Program PTSL PM harus dilakukan sendiri oleh masyarakat secara swadaya, masyarakat harus mengeluarkan biaya diantaranya untuk beli patok tanah, biaya materai dan pembuatan SKT.

Baca juga :  Diskominfo Kotabaru Gelar Sosialisasi SIMSAT

Ia menginformasikan, jika rata rata biaya untuk pembuatan sertifikat tanah misal bagi luas bidang tanah perumahan misalnya 200 meter perseg hanyai dikenakan biaya sekitar Rp600.000. Biaya tersebut, kata Sofia, ditransfer langsung oleh warga melalui ATM atau bank, sebab di Kantor Pertanahan sudah tidak menyediakan lagi loket pembayaran untuk cash.

Tahun ini, lanjut Sofia, Kantor Pertanahan hanya fokus pada kegiatan pengukuran bidang tanah, namun tidak sampai pada kegiatan pembuatan Sertifikat. Namun jika masyarakat menunggu adanya program sertifikasi lagi untuk pembuatan Sertikat tanah tahun depan agar dalam pembiayaannya bisa gratis, maka pihak kantor pertanahan tidak bisa menjanjikan akan mendapatkan koutanya tahun depan.

“Kami tidak berani menjanjikan bahwa Program Sertifikasi tanah akan disediakan pemerintah dan Kantor Pertanahan HSU mendapat kouta lagi tahun depan atau tahun-tahun berikutnya,” kata Sofia.

Sofia mengatakan, pengkuran bidang tanah diharapkan tuntas di 2024 sesuai target secara Nasional. Pihak Kantor Pertanahan menyerahkan pengerjaan pengukuran tanah kepada pihak ketiga yang memenangkan lelang.

Sofia menyampaikan untuk kegiatan PTSL -PM di Kabupaten HSU 2021 dilaksanakan di tiga kecamatan mencakup 50 desa dengan target sebanyak 40.000 bidang. Tiga kecamatan yang kita lakukan kegiatan pengukuran tanah, katanya, yakni Kecamatan Sungai Pandan, Sungai Tabukan dan Babirik.{[an/mb03]}