loader image

Rentang 2-3 Tahun Lagi Banyak Moblis Mengaspal

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memamerkan perkembangan produksi rantai mobil listrik (moblis) di Indonesia. Bahkan dia menyebut bahwa tidak lama lagi mobil listrik akan bermunculan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta PPSA XXIII 2021 LNKRI di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Rabu.

“Dan nanti bapak ibu bisa lihat 2 atau 3 tahun lagi yang namanya mobil listrik akan mulai bermunculan dari negara kita,” ucapnya.

Jokowi menjelaskan, berkembangnya produksi mobil listrik di dalam negeri merupakan bukti hilirisasi hasil tambang yang dilakukan. Indonesia memiliki cukup banyak cadangan nikel yang menjadi bahan baku baterai mobil listrik.

Selain itu pemerintah juga berupaya mengintegrasikan Krakatau Steel sebagai BUMN penghasil baja degan para produsen baterai lithium sebagai industri turunan nikel, serta industri otomotif.

“Karena sekarang Krakatau Steel dengan pembaharuan yang ada pabrik hot strip mill, bisa memproduksi lembaran-lembaran tipis untuk body mobil. Dulu hanya untuk sasisnya, sekarang sudah bisa untuk body mobil baru saya resmikan bulan lalu,” tutupnya.

Sementara itu menurut ahli kendaraan listrik nasional Ricky Elson buka-bukaan soal sulitnya pengembangan mobil listrik nasional.

Pria yang memiliki julukan Putra Petir ini menyoroti minimnya pendampingan pemerintah pada pengembangan mobil listrik yang dilakukan para praktisi di Indonesia.

Sebagai contoh saja, dalam membuat prototipe ataupun komponen mesin mobil listrik dibutuhkan alataser cutting untuk memotong besi menjadi komponen mesin. Sejauh ini alat seperti itu masih langka di pusat-pusat riset, misalnya saja di bengkel-bengkel yang ada di universitas teknik.

Baca juga :  Stok Bawang Merah Aman Jelang Ramadan dan Idul Fitri

“Seharusnya peralatan peralatan macam laser cutting seperti ini ada di pusat pengembangan. Baik di BPPT atau bengkel-bengkel di universitas supaya satu hari bisa bikin 10-20 prototipe,” ungkap Ricky Elson dalam webinar Kementerian ESDM, Rabu.

Dia bilang para pengembang mobil listrik butuh bantuan untuk berbagai mesin dan alat penunjang pembuatan komponen mobil listrik. “Tidak apa-apa kita investasi Rp 40-50 miliar buat anak-anak,” kata Ricky Elson.

Sampai saat ini, dia mengaku masih melakukan riset dan pengembangan mobil listrik lewat yayasan Lentera Bumi Nusantara.

Ricky Elson mengatakan pengembangan mobil listrik harusnya bukan cuma bicara soal sosialisasi atau pembuatan regulasi belaka. Namun, riset dan pengembangan juga harus dilakukan di dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi penikmat teknologi yang sudah jadi saja.

“Kita ini mobil listrik ini bicara siapa yang cepat bergerak bukan siapa cepat webinar sosialisasi, bikin aturan, dan akhirnya tidak memberikan kesempatan pada potensi yang besar di Indonesia,” kata Ricky Elson. cnn/mb06