loader image

Kasus OTT HSU , Sebelas Saksi Diperiksa KPK

D:\Data\Oktober 2021\1410\2\2\New Folder\Sebelas Saksi Diperiksa KPK.jpg
MANTAN ajudan Bupati HSU Abdul Latif saat keluar dari Markas Brimob Tanjung.

TANJUNG – Sebanyak 11 orang saksi terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali diperiksa, Rabu (13/10).

Dengan meminjam tempat di Markas Brimob Subden 2 Den B Pelopor Tanjung, pemeriksaan marathon terhadap 11 saksi yang menyeret nama Bupati HSU Abdul Wahid dan sejumlah pejabat teras kota bertakwa, dimulai sejak pagi.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yaitu Plt Kadis PUPRP H Maliki dan dua orang rekanannya, H Marhaini selaku Direktur CV Hanamas dan Fachriadi (direktur CV Kalpataru).

Komandan Kompi (Danki) Brimob Subden 2 Den B Pelopor Tanjung AKP Taufiq Ginanjar Saputra ketika dikonfirmasi, membenarkan mulai kemarin tim penyidik KPK telah menggunakan ruangan di brimob untuk memeriksa saksi-saksi terkait OTT di dinas PUPRP HSU.

“KPK menggunakan ruangan di brimob sejak hari ini selama tiga hari ke depan,” ujarnya.

Pemeriksaan dilakukan secara tertutup di Aula Rinaksa Sakalamandala Kompi 2 Batalion B por. “Saat ini, pemeriksaan masih berlangsung. Tidak tahu apakah sampai sore, lanjut lagi besok atau sampai malam,” ucapnya.

Sebelas orang yang diperiksa tim penyidik KPK, antara lain, Kabid Cipta karya Dinas PUPRP HSU Abraham Radi yang saat ini menjabat Plt Kadis PUPRP setempat, Kabid Bina Marga Marwoto, Kasi Jembatan pada Dinas PUPRP, Rahmani Noor. Kabid cipta karya tahun 2015 Amos Silitonga, mantan ajudan Bupati HSU Abdul Latif, dan dua staf dinas PUPRP HM Ridha dan Doddy.

Baca juga :  Juhri Ditemukan Tewas Tenggelam

Selanjutnya, pihak CV Tunggal Perkasa selaku subkon pada Dinas PUPRP HSU Bidang Pengairan (penyedia alat berat) Didi Buhari atau Odong, anak buah H Marhaini dan H Fachriadi (Ahok) yakni Mujib Rianto, serta Benhar dan Syarif yang juga selaku pihak kontraktor.

Amos Silitonga mengatakan, dirinya hanya ditanya terkait masalah umum. Namun tidak ada kaitannya dengan OTT pada Dinas PUPRP.

“Pertanyaannya seputar saat saya masih menjabat sebagai Kabid Cipta Karya di PUPRP HSU,” ujarnya saat keluar dari Mako Brimob Tanjung.

Penyidik KPK, rencananya juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa nama lainnya, baik itu dari pejabat teras HSU maupun dari pihak kontraktor. rls

,