loader image

Masyarakat Diimbau Waspadai Potensi Cuaca Ekstrim di Masa Pancaroba

BERSAMA-Rapat koordinasi antara BPBD Balangan bersama sektor terkait, di Mahligai Mayang Maurai.

PARINGIN-Pemkab Balangan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan mengimbau seluruh masyarakat, untuk mewaspadai potensi terjadi cuaca ekstrim pada masa peralihan (pancaroba) dari musim kemarau ke musim hujan di kabupaten setempat.

Dengan mengantisipasi terjadinya bencana di masa peralihan, maka dilakukanlah rapat koordinasi antara BPBD Balangan bersama sektor terkait yang berlangsung di Mahligai Mayang Maurai.

Bupati Balangan Abdul Hadi mengatakan, diseluruh daerah salah satunya di Kabupaten Balangan kini sudah mulai terjadi peralihan musim.

Hal itu disampaikan berdasarkan informasi dari BMKG Banjarmasin, bahwa di masa peralihan musim curah hujan di Balangan berpotensi besar terjadi di bulan Desember dan Januari.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Kabupaten Balangan bisa menetapkan status siaga bencana daerah. Oleh karena sudah ditetapkannya status daerah, maka kita akan melakukan langkah-langkah untuk persiapan dalam hal mitigasi bencana, ucapnya.

Untuk itu Abdul Hadi mengimbau, kepada seluruh masyarakat agar waspada dan siaga khususnya bagi daerah-daerah yang menjadi langganan bencana banjir.

“Mari persiapkan diri kita supaya begitu banjir melanda, kita bisa menyiapkan segala sesuatunya sehingga kita bsa meminimalisasi dampak-dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir,” imbau Abdul Hadi.

Senada dengan Bupati Balangan, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi mengatakan dengan adanya kebijakan yang sudah ditetapkan oleh kepala daerah, maka perlu adanya langkah teknis yang harus segera diambil untuk mengantisipasi terjadinya bencana di masa peralihan ini.

Baca juga :  Pendisiplinan Protokol Kesehatan, Tim Gabungan Kembali Sasar Pasar Dan Perkantoran

Mempersiapkan agenda untuk gelar pasukan dan gelar peralatan. Kemudian melakukan latihan posko kesiapsiagaan bersama TNI-Polri, sehingga kita bisa mengantisipasi ketika terjadi bencana, ujar dia.

Selain langkah teknis nantinya juga akan dilaksanakan rapat terbatas, untuk menentukan jalur evakuasi dan titik-titik kerawanan bencana, serta mempersiapkan tempat penampungan bagi korban banjir dan dapur umum.

Kita ketahui bersama dan juga informasi dari BMKG, bahwa daerah-daerah yang sering jadi langganan rawan bencana, adalah Kecamatan Juai dan sekitarnya serta daerah hilir yaitu Kecamatan Lampihong.”Sehingga harus segera persiapkan posko disana,” tutur H. Rahmi.{{mc/mb03]}