loader image

Balangan Perkuat Sinergitas Untuk Tekan Perkawinan Usia Anak

CEGAH PERKAWINAN DIBAWAH UMUR – Kegiataan rapat koordinasi dalam rangka pencegahan perkawinan anak dibawah umur, bertempat di Aula Bappeda Balangan.

PARINGIN-Pemkab Balangan menggelar rapat koordinasi dalam rangka pencegahan perkawinan anak dibawah umur, bertempat di Aula Bappeda Balangan, di Paringin.

Kegiatan ini dimaksudkan agar rencana aksi pencegahan perkawinan anak di Balangan bisa lebih efektif lagi, terlebih dibawah monitoring DPPPA Provinsi Kalsel langsung.

Kabid KHPK DPPPA Provinsi Kalsel Hj Titik Haryati, dengan adanya rakor ini bisa meningkatkan pemahaman dan komitmen pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, terkait dengan pencegahan pernikahan anak dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Dimana menurutnya pernikahan anak dapat membatasi pendidikan, kesehatan, pendapatan masa depan, keamanan, dan kemampuan anak perempuan. Sehingga mengalami risiko fatal bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka.

“Dinas yang menangani dalam perlindungan anak bisa melaksanakan koordinasi dalam rangka penyusunan rencana aksi daerah pencegahan perkawinan anak di Balangan. Sehingga rencana aksi yang disusun bisa dilaksanakan dengan baik secara konkrit dilapangan,” ucapnya.

Disamping itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Balangan.

Urai Nur Iskandar mengatakan, didapati hasil dari rakor tersebut yaitu perlu adanya sosialisasi dan persepsi bersama tentang pemahaman perkawinan usia anak kepada masyarakat.

Hal ini juga merupakan upaya bersama yang harus dilakukan secara intensif, baik melalui kebijakan peraturan perundang-undangan maupun kebijakan dalam anggaran untuk setiap kegiatan program kerja SKPD.

Sehingga hasil dari saran dan masukan yang diterima dari berbagai pihak, dapat dimuat dalam rencana aksi daerah. Karena rencana aksi inilah yang nantinya akan dijadikan dasar sebagai upaya penurunan perkawinan anak di Balangan.

Baca juga :  ASN jadi contoh dan garda terdepan Terapkan Protokol Kesehatan

“Jadi upaya penurunan perkawinan anak ini tidak hanya bisa dilakukan oleh salah satu stakeholder saja tetapi harus bersinergi antara satu dengan yang lain,” tutur Urai. (mc/mb03]}