loader image

Penyidik KPK Tinggalkan HSU

C:\Users\Yoyos\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\Tim Penyidik KPK Tinggalkan HSU.JPEG
SEORANG penyidik KPK memasukkan koper besar berwarna orange, usai melakukan penggeledahan di rumah salah seorang tersangka OTT di Dinas PUPRP HSU.

AMUNTAI – Setelah mengumpulkan sejumlah barang bukti (barbuk) di sejumlah tempat di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), terkait kasus suap dua proyek irigasi yang ditangani, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini telah meninggalkan kabupaten berjuluk Bertakwa tersebut.

Sebelumnya, sejak Sabtu (18/9) hingga Selasa (21/9), tim penyidik KPK ‘mengobok-obok’ berbagai tempat di ibu kota kabupaten, Amuntai.

Tim KPK sebelummnya memeriksa ruang kerja Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten HSU, Maliki, yang menjadi tersangka kasus komitmen fee dua proyek rehabilitasi bernilai Rp 1,9 miliar dan Rp 1,5 miliar.

Kemudian, Tim KPK bergerak ke kediaman dua tersangka sebagai penyuap, Direktur CV Hanamas Marhaini di kawasan dekat Stadion Olahraga Karias, Desa Karias dan Direktur CV Kalpataru Fachriadi di samping Kantor Gapensi HSU, Kelurahan Murung Sari, Kecamatan Amuntai Tengah.

Komisi antirasuah itu juga menggeledah rumah Plt Kepala Dinas PUPRP H Maliki di Kelurahan Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah.

Rumah dinas dan ruang kerja Bupati HSU H Abdul Wahid, juga tak luput dari penggeledahan selama empat hari tersebut. Penggeledahan ini juga ditandai dengan pemasangan garis merah putih, tanda ruang itu disegel KPK. Seperti terlihat di ruangan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPRP Kabupaten HSU.

Kemudian, penyegelan juga dilakukan KPK di ruang kerja Bupati Abdul Wahid berada di lantai 2 di Kantor Pemkab HSU, Jalan A Yani Kecamatan Amuntai tengah.

Baca juga :  Kalsel Terima 112 Ribu Vial Vaksin Anak, Paman Birin: Terima Kasih Presiden

Kemarin, KPK juga menggeledah rumah pribadi dari orang nomor satu di Kabupaten HSU ini, H Abdul Wahid HK yang berada di Desa Kota Raja, Kecamatan Amuntai Selatan, HSU.

“KPK sudah berada di ruang kerja Bupati HSU sejak pukul 12.00 Wita dan berakhir sekitar pukul 13.30 Wita,” ujar salah seorang saksi mata yang enggan disebut namanya.

Kapolres HSU, AKBP Afri Darmawan ketika dikonfirmasi menjelaskan, selama beberapa hari ini anggota Polres HSU selalu melakukan pengawalan pada saat tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di beberapa tempat terkait OTT di Dinas PUPRP HSU ini.

“Hari ini tim Penyidik KPK ini sudah meninggalkan HSU,” ujarnya. Ia menambahkan, tim penyidik KPK dikawal personel Sabhara Polres HSU hingga menuju Banjarmasin.

Menurut dia, untuk sementara, upaya penggeledahan yang dilakukan tim penyidik KPK di Amuntai ini telah selesai. “Dengan begitu, tugas pengamanan dari personel Sabhara Polres HSU juga selesai,” jelasnya. rls.