loader image

Bupati Minta KPN Sarabakawa Dihidupkan Lagi

HADIRI – Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani saat menghadiri pembinaan KPN Sarabakawa di Wisma Tamu, Komplek Pendopo Bersinar, Pembataan, Murung Pudak.

TANJUNG – Tidak aktif selama kurang lebih 20 tahun, Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Sarabakawa yang beranggotakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Tabalong akan dihidupkan kembali.

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani, dalam arahannya meminta kepada para pengurus KPN Sarabakawa untuk dapat menghidupkan kembali KPN Sarabakawa.

“Kita harus bersama dalam meluruskan sekaligus menyelesaikan semua permasalahan yang berkaitan dengan hak anggota koperasi,” katanya.

Bupati meminta Kepala Dinas Koperasi untuk membentuk tim kecil untuk membantu penyelesaian ini, dan ditargetkan bisa selesai pada bulan Desember 202.

“Sehingga pada bulan Januari 2022 kita kembali bisa memulai. Bahwa KPN Sarabakawa tetap ada,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Tabalong H Muhammad Faisal berharap, agar kedepannya KPN Sarabakawa bisa aktif kembali, serta bisa menjalankan fungsi koperasinya sesuai dengan yang ada di dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

Pada acara pembinaan KPN Sarabakawa, Selasa (14/9), di Wisma Tamu Bersinar, Faisal melaporkan di Tabalong ada terdapat 102 koperasi. Dari jumlah tersebut, ada 62 koperasi yang aktif, dan 40 koperasi yang tidak aktif.

“Sedikit demi sedikit, kita akan mencoba untuk melakukan pembinaan-pembinaan. Walaupun kita memahami permasalahan di lapangan sangat dinamis, kita perlu secara pelan-pelan dalam pembinaan. Khusus untuk hari ini, kita melakukan pembinaan dengan membicarakan keberlangsungan KPN Sarabakawa,” katanya.

Faisal mengatakan, KPM Sarabakawa terakhir mengadakan rapat anggota pada tahun 2013 lalu, yang dilaksanakan pada tahun buku 2014.

Baca juga :  Bupati Ingatkan Konsep Pengelompokan Pedagang

Sementara, Ketua KPN Sarabakawa Kabupaten Tabalong H Mardani, bersyukur Dinas Koperasi setempat melakukan pembinaan terhadap KPN Sarabakawa.

Diakuinya, KPN Sarabakawa mengalami kemacetan. Artinya, tidak bisa melakukan aktivitas simpan-pinjam karena setelah sekian lama dikelola ada permasalahan, baik keuangan dan lainnya.

“Kami, sebagai pengurus merasa berterima kasih dengan pembinaan yang dilakukan pada hari ini. Hal ini kembali memotivasi pengurus yang ada, untuk mempertanggungjawabkan dan melanjutkan kembali amanah yang diberikan,” katanya. rls