loader image

Membedakan Telur Segar dan tidak, Ini Triknya

D:\Data\September 2021\1509\11\Halaman 1-11 Rabu\membedakan.jpg

Telur menjadi salah satu bahan makanan yang tak pernah absen di rumah. Telur adalah sumber vitamin yang baik, termasuk kolin dan selenium, bahkan termasuk salah satu makanan sumber vitamin D.

Namun, mempunyai stok telur yang banyak terkadang sulit menyimpannya. Pasalnya, cukup sulit mengetahui telur yang mash segar dan tidak. Namun, melansir laman wellandgood, Senin (13/9), ada cara efektif untuk mengetahui telur yang segar dan tidak, serta cara yang tepat menyimpannya.

1. Periksa kesegarannya dalam segelas air

Sebelum membuang telur yang belum digunakan hanya karena tanggal kedaluwarsa pada label tertulis sudah lewat, uji kualitasnya menggunakan metode uji air. Untuk melakukannya, isi mangkuk atau cangkir bening dengan air bersuhu ruangan, pastikan terisi cukup tinggi untuk menenggelamkan telur sepenuhnya.

Selanjutnya, turunkan telur dengan hati-hati ke dasar gelas menggunakan sendok dan periksa, apakah telur mengapung, tenggelam, atau berdiri. Telur yang sangat segar akan tenggelam ke dasar. Sementara itu, telur tua akan mengapung ke atas. Telur yang miring ke atas atau ke samping sudah mulai menua dan harus digunakan sesegera mungkin.

Seiring bertambahnya usia telur, kantong udara kecil di dalam cangkangnya tumbuh lebih besar. Dengan demikian, telur yang rusak kemungkinan akan mengapung ke atas saat diuji di dalam air.

2. Kocok untuk menguji kekencangan intinya

Baca juga :  Nangka, Pengganti Daging yang Mulai Populer di Dunia

Meskipun metode ini mungkin memerlukan sedikit tebakan, mengocok telur bisa membantu menentukan kekencangan inti telurnya. Kekencangan inti telur merupakan indikasi segar atau tidak.

Telur yang licin menunjukkan bahwa beberapa kantong udara telah terbentuk, merembes melalui kulit luar, dan sudah lama. Di sisi lain, telur yang keras akan memiliki gerakan minimal saat diaduk,