loader image

Sungai Martapura Berpotensi Jadi Chao Phraya di Thailand

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA saat menandatangani nota kesepakatan bersama tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan sub daerah aliran sungai (DAS) Martapura

BANJARMASIN – Pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan bersama Pemkab Banjar dan Pemko Banjarmasin menyepakati pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Martapura.

Penandatanganan nota kesepakatan tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan sub daerah aliran sungai (DAS) Martapura melalui Program Sungai Martapura Bungas (Bersih, Unggul dan Asri) di Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarmasin, Kamis (19/07).

Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA mengatakan kerja sama ini dalam rangka percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan Sungai Martapura melalui revitalisasi yang akan melibatkan beberapa pekerjaan.

Kegiatan mulai lingkungan hidup, kesehatan, transportasi, pariwisata serta pembangunan masyarakat desa, termasuk terkait pekerjaan umum dan pemukiman.

Dalam program ini, Pemprov Kalsel ingin meminimalisir jamban-jamban yang tidak teratur, kemudian desa-desa yang berada di tepi sungai menjadi desa tematik, indah menghadap sungai.

Ini seperti yang ada sebagian di Kota Banjarmasin dan Banjar. Juga akan dibuat program penangkap sampah, terutama sampai dari hulu bisa ditangani.

Program-program lain, sebut Safrizal, membuat sungai Martapura menjadi obyek wisata yang dikenal dan jika sudah bersih, even-even wisata akan ditambah seperti lomba perahu dan kegiatan kearifan lokal lainnya yang memanfaatkan sungai. “Kita ingin sungai Martapura seperti Sungai Chao Phraya di Thailand,” ujar Safrizal.

Sungai Chao Phraya atau Sungai Raja merupakan destinasi wisata di Thailand, Bangkok yang sangat populer bagi wisatawan.

Baca juga :  Ayo Kita Sukseskan Gerakan Daftarkan Anak ke PAUD

Dengan menaiki perahu di sepanjang sungai utamanya, Chao Phraya mengalir di sekitar gedung pencakar langit, pasar, rumah mewah, kuil, perumahan, pusat perbelanjaan dan area terbuka hijau yang indah.

Masih di kawasan sungai Martapura, nanti akan dibuat restoran terapung, sebut Safrizal lagi, program bina masyarakat yang hidup di seputar sungai. “Rencana ini akan bisa terwujud bila ada kolabarasi yang baik semua pihak terkait,” tegasnya.

Safrizal juga mengharapkan, program ini mampu memperbaiki nilai indeks kualitas lingkungan (IKM) Kalsel kedepan.

Peluncuran program “Sungai Martapura Bungas” dilakukan Pemprov Kalsel sebelumnya di Desa Sungai Rangas Tengah, Kabupaten Banjar, Sabtu (5/6). Launching bersamaan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2021.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana mengatakan program Sungai Martapura Bungas juga menggunakan konsep rediscovery.

Program tersebut bertujuan mengembalikan sungai Martapura sebagai urat nadi ekonomi di tengah kompleksitas persoalan dari hulu ke hilir.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan dalam waktu dekat akan disosialisasikan ke masyarakt, khususnya mereka yang bermukim di tepi Sungai Martapura,” katanya.

Dikatakan Hanifah, pekerjaan rumah yang berat terkait sungai Martapura ada di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin.

Untuk itu, dianggap perlu kehadiran Pemprov Kalsel yang menginisasi kerja sama sehingga bisa terkelola dengan terintegrasi dengan Pemkab Banjar dan Pemko Banjarmasin yang sebelumnya sudah memiliki program masing-masing.

Baca juga :  Paman Birin Harapkan Menwa Jadi Inspirasi Bela Negara

Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina menyambut baik kerja sama ini. “Selayaknya inisiatif dilakukan Pemprov Kalsel, karena sungai Martapura ini melintasi Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Bupati Banjar, H Saidi Mansyur juga menyampaikan komitmen yang sama dan berjanji akan berkoordinasi di jajaran Pemkab Banjar dalam upaya mendukung program.

Pewarta : Suriani