loader image

Pemprov Kalsel Siapkan Aksi Penanganan Covid-19

F:\ARSIP WEBSITE MATA BANUA\2021\Agustus\16 Agustus 2021\6\1a.JPG
SEKDAPROV Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan menyiapkan beberapa rencana aksi penanganan Covid 19 di Banua, hal itu dilakukan karena kasus Covid-19 belum mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar mengatakan rencana aksi itu merupakan tindak lanjut dari Instruksi Mendagri mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di luar Jawa-Bali.

Roy mengingatkan bahwa penanganan Covid-19 harus terintegrasi dari hulu sampai ke hilir untuk dapat berjalan dengan optimal.

“Pengananan tidak hanya di hilir saja, tetapi harus dari hulu seperti pembatasan mobilitas sesuai level, pembentukan posko dilevel RT, percepatan vaksinasi, penguatan tracing kita juga nanti dibantu TNI Polri melalui aplikasi Si Lacak,” kata Roy saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid 19 di Aula Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarmasin, Kamis (12/8).

Roy menilai, masih perlunya mengaktifkan kembali Tim Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) untuk mencegah penyebaran Covid-19,

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, HM Muslim mengatakan, perlunya penguatan testing, tracing dan treatment atau 3T. Selain itu, intervensi kesehatan mempercepat pengendalian juga diupayakan melalui vaksinasi.

“Kita mendorong vaksinasi dan terus mengupayakan penambahan vaksin sebanyak 126 ribu per minggu, selama ini hanya 38 ribu selama satu minggu, mudah-mudahan ini bisa dipenuhi dari berbagai sumber,” katanya.

Muslim menyarankan agar tim satgas Covid-19 Provinsi Kalsel turun gunung untuk melakukan monitoring dan evaluasi penanganan Covid ke Kabupaten/Kota.

Baca juga :  Ratusan Pekerja Industri Kreatif Event Organizer Divaksin

Selain ketersediaan tempat tidur di Rumah Sakit, Kabupaten Kota dapat meningkatkan pemanfaatan fasilitas isolasi terpusat sebagai upaya menekan kenaikan angka terkonfirmasi. “Ada kecenderungan isoman ini terabaikan dan hal itu memicu penularan,” katanya. syh/adpim/ani