loader image

Balangan Beriap Hadapi Hal Terburuk

UNTUK PASIEN-Kadinkes Balangan saat meninjau ruangan asrama di BLK Disnakertrans untuk pasien COVID-19 yang menjalani isolasi.{{ist}

PARINGIN-Tidak hanya mempersiapkan tabung oksigen dan peti jenazah, Pemerintah Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, bergerak cepat untuk mempersiapkan lokasi karantina atau isolasi bagi pasien Covid-19.

Dikatakan Bupati Balangan, H Abdul Hadi, Kabupaten Balangan sekarang berada di posisi Level tiga, tapi sedikit lagi masuk ke level empat. “Kita harus siap menghadapi kemungkinan terburuk,” sebut orang nomor satu di Kabupaten Balangan ini.

Disebutkan, ada dua tempat yang menjadi pilihan yaitu gedung Balai Latihan Kerja dan Sanggar Kegiatan Belajar, yang pernah digunakan sebagai tempat karantina Covid-19 beberapa waktu lalu, kembali dipersiapkan sebagai tempat karantina.

Pihaknya juga akan mengambil langkah tegas, dalam upaya menghambat laju penyebaran Covid-19.

Ia berharap, dengan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat untuk penerapan Prokes Covid-19, angkanya cepat turun dan tidak banyak lagi yang terpapar. Berdasarkan angka pemantauan Covid-19 Kabupaten Balangan, hingga saat ini tercatat sebanyak 162 orang positif aktif, dimana 51 orang dalam perawatan di RSUD Balangan dan 111 orang isolasi mandiri (isoman), dengan total 88 orang meninggal dunia, papar Abdul Hadi.

Sementara itu, menyikapi lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Balangan, Tim Satgas COVID-19 menggelar rapat koordinasi terbatas, bertempat di Aula Benteng Tundakan.

Bupati Balangan, Abdul Hadi menyampaikan terkait kondisi Balangan dalam keadaan darurat tersebut, yaitu melonjaknya pasien yang terpapar COVID-19 yang di rawat di rumah sakit.

Baca juga :  Dongkrak PAD, Dinas Pol-PP dan Damkar Gelar Koordinasi

Sebagaimana diketahui bahwa tingkat keterpakaian tempat tidur rumah sakit sudah di posisi 89% dalam artian tinggal 11% sudah akan habis terpakai, serta yang mengalami situasi lainnya seperti isolasi mandiri sudah di posisi 111 lebih jumlahnya, bebernya.

Abdul Hadi menambahkan, untuk kesiapsiagaan dalam menyikapi terjadinya lonjakan COVID-19 i Kabupaten Balangan, tim satgas telah membentuk rencana aksi di lapangan di antaranya kesiapan oksigen dan peti jenazah serta kesiapan tenaga kesehatan.

Aksi nyatanya kita siapkan, oksigen kita tambah tabung dan menyiapkan nakes. Serta peti jenazah kita pesan supaya begitu ada yang meninggal jangan sampai kehabisan peti, katanya.

Dikatakan Abdul Hadi posisi Kabupaten Balangan, saat ini masih berada di level tiga. Akan tetapi jika ada lonjakan sedikit maka akan sudah memasuki ke level empat.

Terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Balangan, Abdul Hadi menyampaikan selama ini hanya sosialisasi saja yang dilakukan dan belum ada tindakan penerapan dari PPKM tersebut.

Terakhir, Abdul Hadi berharap dengan adanya kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, bisa menurunkan angka penyebaran COVID-19 di Balangan.[mc/mb03]}