loader image

DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Kunjungi Tanbu

KUNJUNGAN-Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu DR H.Ambo Sakka saat menerima kunjungan DPC.Gerakan Mahasiswa Nasional (GMN) Tanah Bumbu,di ruang kerja Sekda, dirangkai dengan penyerahan cinderamata.

BATULICIN – Pencegahan penyebaran Covid 19 di tiap daerah harus dilakukan secara sinergis dari berbagai pihak.Sepertinya terlihat kalau bukan tim work yang baik, antara masyarakat Pemerintah Daerah maupun TNI dan Polri dilapangan, maka semangat memutus mata rantai penyebaran itu mustahil terlaksana. Meski saat ini penambahan kasus terus saja terjadi.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu DR H.Ambo Sakka saat menerima kunjungan DPC.Gerakan Mahasiswa Nasional (GMN) Tanah Bumbu, di ruang kerja Sekda, kemarin.

Melihat kondisi saat ini, segala upaya sudah dilakukan atas bencana yang di alami ini . Mulai dari 3 kali refocusing anggaran bahkan berbagai kegiatan proyek dilakukan penundaan, hingga melakukan sweeping ke berbagai pusat kerumunan. Justru kasus penyebaran kian bertambah.

Tak hanya itu ucapnya , ribuan masker dan hanisteser sudah disebarkan mulai diperkotaan hingga ke perdesaan.

Menurutnya, hal itu sudah dianggap maksimal. Meski berbagai upaya yang dilakukan belum mencapai hasil. Namun pihaknya tak pernah berputus asa, bagaimana pun Pemerintah punya tanggung jawab untuk mencari strategi lagi atas penanganan tersebut.

Meski demikian, atas langkah yang harus dilakukan tanpa lelahpun. Bupati menginginkan harus ada ikhtiar dan Doa.

“Tiap hari kami diperintahkan Bupati untuk senantiasa berdoa dan ber zikir tiap hari di kantor kantor sebelum meawali pekerjaan pokok. Kemudian seluruh dinas dan masyarakat kami himbau untuk turut melakukan Doa agar ada petunjuk dari Allah SWT,” jelasnya.

Baca juga :  Desakralisasi Cita-cita Anak

Kemudian faktor sosial kultural masyarakat jadi kendala dalam penanganan ini, sepertinya ada sebagian minset masyarakat yang susah dirubah tapi itu harus tetap dilakukan dalam hal penyadaran masyarakat.

“Banyak terlihat, pemasangan masker dilakukan hanya sebatas ada tim Satgas. setelah Satgas pulang, Masker kembali di turunkan,” imbuhnya.

Dia menambahkan. Dalam dua Minggu ini memang terjadi kenaikan yang signifikan. Pernah satu hari itu mengalami kenaikan dengan 178 kasus dalam dua hari yang lalu bahkan ada yang meninggal 10 orang.

Sementara daftar tunggu di ruang rumah sakit sekitar puluhan yang masih belum bisa dirawat . Pihaknya pun terus berupaya mengurusi ketersediaan tabung oksigen hingga larut malam.

Terkait ketersediaan itu akan di upayakan seperti Tabung oksigen yang mengharuskan pengiriman dari Kalimantan Timur, serta Sulawesi Selatan demi mengantisipasi kelangkaan, tutupnya.{[alf/mb03]}