loader image

Pemkab Tala Gelar Operasi Penerapan PPKM

PELAIHARI – Angka pasien positif Covid-19 di Tanah Laut (Tala) yang sedang dirawat kini mencapai 713 orang per 02 Agustus 2021, hal itu menjadi angka tertinggi pasien positif dirawat per hari selama pandemi Covid-19.

Peningkatan kasus membuat meningkatnya kewaspadaan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, khususnya pada warung-warung/kafe tempat makan dan minum.

Asisten Bidang Pemerintahan Setda Tala sekaligus Koordinator Bidang Data dan Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Tala, H Bambang Kusudarisman melakukan kegiatan razia penerapan protokol kesehatan dilaksanakan tim gabungan.

Tim gabungan itu terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanah Laut (Satpol PP dan Damkar Tala), Kodim 1009 Tanah Laut dan Polres Tanah Laut dengan menyisir setiap warung-warung/kafe di Pelaihari Kota, Senin (02/08).

Kegiatan itu dilakukan sebagai penerapan Instruksi Bupati Nomor 6 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 Covid-19 di Kabupaten Tala.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tala, Muhammad Kusri usai menggelar razia menjelaskan pada giat ini masih ditemui warung-warung dan kafe yang tempat duduknya tidak sesuai aturan dan para pedagang/pengunjung warung yang tidak menggunakan masker.

“Kami tadi melihat di lapangan, memang sudah ada warung yang menyusun tempat duduk sesuai aturan, tetapi masih banyak warung yang menyusun tempat duduknya secara dempet dan masih ada penjual yang tidak memakai masker,” katanya.

Baca juga :  Pemprov Kalsel Bantu Korban Banjir di Satui

Dia mengharapkan peran dan kesadaran masyarakat untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Razia dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tanah Laut. Ia berharap masyarakat mendukung upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan terus mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas agar pandemi dapat segera berakhir.

“Kami mengimbau pedagang warung dan kafe menaati prokes dan salah satunya mengatur jarak tempat duduk antara pengunjung satu dan pengunjung lainnya, tetap menggunakan masker, menyiapkan tempat cuci tangan pakai sabun dan air mengalir,” katanya.

Bagi pelaku usaha, restoran, transportasi umum yang tidak melaksanakan Instruksi Bupati ini, dikenakan sanksi administrasi sampai dengan penutupan usaha sesuai dengan ketentuan perundang-undangan berlaku hingga 8 Agustus 2021. ris/ani