loader image

Pemkab Banjar Gelar Rakor Penerapan PPKM Level 3

RAKOR – Bupati Banjar H Saidi Mansyur didampingi Wakil Bupati Banjar H Said Idrus Al Habsyie memimpin Rakor Penerapan PPKM Level 3 di Kabupaten Banjar.ist

MARTAPURA – Pemerintah Banjar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penerapan PPKM Level 3 di Kabupaten Banjar secara virtual dilaksanakan di Command Center Manis Martapura .

Rakor dipimpin Bupati Banjar H Saidi Mansyur, dengan dihadiri Wakil Bupati Banjar H Said Idrus Al Habsyie, Kepala Dinas Kesehatan dr Diauddin, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra H Masruri dan Forkopimda Kabupaten Banjar.Hadir juga secara virtual SKPD terkait dan Camat Martapura beserta lurah dan pambakal se-Kecamatan Martapura.

Bupati Banjar H Saidi Mansyur dalam pembukaannya mengatakan yang terdata di Kabupaten Banjar Isolasi Mandiri (Isoman) sebanyak 476 orang, yang dirawat di rumah sakit 103 orang dan yang meninggal sampai sekarang ini 102 orang di Kabupaten Banjar.

“Ini menjadi perhatian kita karena Kecamatan Martapura nomor 1 Covid-19 di Kabupaten Banjar, salah satu kecamatan yang beberapa hari ini mengalami pelonjakan kasus Covid-19, maka dari itu Kabupaten Banjar salah satu daerah untuk menerapkan PPKM Level 3,” katanya di Martapura.

Maka dari itu kepada camat, kepala desa dan seluruh perangkat desa se-Kecamatan Martapura kembali mengoptimalkan tugas masing-masing dengan melakukan tracing dan treking, penelusuran dan pelacakan tingkat desa dan kelurahan, karena Kecamatan Martapura ini sudah Zona Merah.

“Perlu edukasi kepada Masyarakat karena ada sebagian masyarakat yang masih berpendapat tidak ada Covid, sehingga perlu keaktifan dari tingkat kecamatan sampai tingkat desa untuk mengambil langkah serius dalam penanganan Covid ini,” ucapnya.

Baca juga :  Foto Lepas

Bupati Banjar menjelaskan, bahkan beberapa hari ini ada Puskesmas tutup karena beberapa tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, serta perlu adanya bantuan kepada warga yang terpapar Covid-19 atau positif Covid-19 yang melakukan Isoman.

“Bersama SKPD terkait akan memberikan bantuan kepada Masyarakat yang isoman terdampak Covid 19 yaitu terpapar Covid-19 dengan menyertakan bukti surat PCR atau terkonfirmasi positif Covid 19 yang telah terdata oleh dinas kesehatan dan menurut informasi dari para pembakal menganggarkan 8% dari dana desa untuk penanganan Covid-19 ini,” katanya. dio/rds