loader image

Upacara Indonesia Diwakili 10 Peserta

JAKARTA — Kondisi pandemi membuat menerapkan aturan super ketat. Selain tidak diperkenankan dihadiri penonton, upacara pembukaan yang akan digelar Jumat (23/7) malam waktu Tokyo juga dilakukan dengan waktu dan peserta yang terbatas.

Pada upacara pembukaan tersebut, Kontingen Indonesia hanya diwakili oleh 10 peserta yang akan ikut parade. Jumlah tersebut termasuk dua atlet pembawa bendera Rio Waida (Surfing) dan Nurul Akmal (Lifter Putri) dan juga ketua delegasi kontingen atau Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia, Rosan P Roeslani.

Dalam jumpa pers virtual yang berlangsung Kamis (22/3) dari KBRI di Tokyo, Rosan mengatakan 10 orang yang akan ikut termasuk dirinya adalah Nurul Akmal (angkat besi), Rio Waida (selancar ombak),Aflah Fadlan Prawira dan Azzahra Permatahani (renang).

Kemudian, Dirdja Wihardja (pelatih angkat besi), Rionny Mainaky (pelatih bulu tangkis), Permadi Sandra Wibowo (pelatih panahan), Donny Budiarto Utomo (pelatih renang), serta Tipi Jabrik Noventin (pelatih selancar ombak).”

“Kita pilih atlet yang belum bertanding satu hari setelah pembukaan. Karena untuk atlet yang akan bertanding pada Sabtu (24/7) kita tidak sertakan dalam defile. Karena kita ingin mereka fokus persiapan pertandingan,” jelas Rosan.

Dalam pembukaan Olimpiade yang juga digelar tanpa penonton nantinya. Kontingen Indonesia akan dipanggil diurutan ke-22.

Sementara itu Duta Besar Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi mengatakan meskipun Olimpuafe di Tokyo tidak boleh ada penonton, namun masyarakat Indonesia yang ada di Jepang tetap memberikan dukungan penuh terhadap Kontingen ‘Merah Putih”.

Akhmadi juga meminta masyarakat Indonesia yang tinggal di Jepang mendoakan kesehatan dan kesuksesan atlet Indonesia yang ikut Olimpiade Tokyo 2020.

“Saya meminta semua masyarakat Indonesia yang tinggal di Jepang untuk mendoakan kesehatan dan keselamatan atlet kita yang akan berjuang di Olimpiade nanti,” tandasnya. (riz)