loader image

Ruangan RS H Badaruddin Kasim Over Kapasitas

D:\Data\Juli 2021\2307\2\2\asli\Ruangan RS H Badaruddin Kasim Over Kapasitas.jpg
JURU bicara Satgas Penanganan Covid-19 Tabalong, dr Taufiqurrahman didampingi juru bicara Pelaksana Vaksinasi Covid-19 Tabalong, Gt Judid Ihsan Permana.

TANJUNG – Kasus Covid-19 di Kabupaten Tabalong melonjak secara signifikan, hingga ruangan Covid-19 di Rumah Sakit H Badaruddin Kasim (RSHBK) Maburai melebihi kapasitas. Untuk itu, Satgas Covid 19 Tabalong akan selektif dalam menerima pasien Covid-19 di RSHBK Maburai.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tabalong, dr Taufiqurrahman Hamdie mengatakan, selama ini RSHBK memang kurang selektif dalam menerima pasien yang terpapar Covid-19, karena pasien yang hanya OTG juga dirawat di sana.

“Pasien yang terpapar Covid-19 banyak yang langsung ke rumah sakit meskipun hanya OTG. Sehingga ruangan untuk Covid-19 di RS ini over kapasitas,” ujarnya, Kamis (22/7).

Seharusnya, lanjut dia, RS perlu memilah terlebih dahulu mana pasien yang harus dirawat di RSHBK Maburai, dan mana pasien yang bisa melakukan isolasi mandiri di rumah, ataupun isolasi di RS Covid Center Usman Dundrung Tanjung.

“Jika hanya OTG, maka pasien cukup isolasi mandiri saja di rumah ataupun tempat khusus,” ucapnya.

Karena itu, pihaknya sepakat untuk memilah pasien-pasien yang terpapar Covid-19 di rumah sakit untuk dipindah ke tempat lain.

“Jika pasien hanya OTG, maka akan kita arahkan untuk isolasi mandiri, atau diisolasi di Rumah Sakit Covid Center Usman Dundrung Tanjung,” terangnya.

Ia menambahkan, jika pasien memang bergejala, maka tetap akan dirawat di RSHBK agar mendapatkan perawatan intensif. Dengan adanya pemilahan pasien yang terpapar ini, dapat mengurangi beban RSHBK sendiri agar tidak over kapasitas.

Dari data yang berhasil dihimpun wartawan di lapangan, di RSHBK Maburai terdapat sebanyak 21 bed khusus untuk pasien Covid-19. Sedangkan di RS Covid Center Usman Dundrung, berkapasitas 69 bed, baru terpakai 29 bed. rls

Over Kapasitas,