loader image

Cegah Kerusakan Lingkungan Akibat Pertambangan

D:\Data\Juli 2021\2307\5\hal 5\PENGENDALIAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar mengadakan Rakor.jpg
PENGENDALIAN – Dinas Lingkunga Hidup (DLH) Kabupaten Banjar mengadakan Rakor Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup yang diikuti stakeholder terkait dan perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Banjar.

MARTAPURA – Guna mencegah kerusakan lingkungan akibat kegiatan pertambangan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup di Hotel Three Park Kertak Hanyar, Kamis (22 /7).

Rakor melibatkan stakeholder terkait, serta puluhan perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Banjar.

Hadir dalam acara tersebut, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banjar Ikwansnyah, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar Mursal, Kabidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan Sutikno, dan Profesor Dr Suhaili Asmawi sebagai narasumber atau pembicara pada kegiatan tersebut.

Bupati Banjar H Saidi Mansyur dalam arahannya yang dibacakan Plt Asisten Perekonomian Pembangunan Ikhwansyah, mengingatkan perusahaan tambang untuk melakukan operasionalnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Banyak aspek yang mesti diperhatikan oleh perusahaan tambang, mulai dari aspek legalitas lahan, aspek sosial masyarakat, ekonomi hingga pengelolaan lingkungan yang baik,” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Banjar telah memberikan fasilitas lahan untuk perusahaan tambang, namun Pemerintah Kabupaten Banjar juga meminta operasional dilakukan dengan mengindahkan kelestarian lingkungan.

Rakor yang juga diikuti oleh akademisi dan pemerhati lingkungan ini, diharapkan dapat menyatukan kerangka fikir dan pemahaman terhadap bahaya pencemaran dan kerusakan lingkungan.

“Dapat meningkatkan kesadaran partisipasi komintmen dan sinergitas dalam pengendalian dampak lingkungan,” ujarnya.

Plt Kepala DLH Kabupaten Banjar Mursal mengatakan, tujuan mengundang para perusahaan tambang sebagai peserta rakor ini, karena kegiatan pertambangan berpotensi merusak lingkungan.

Baca juga :  Ganti Rugi Belum Sepakat, Proyek Jembatan HKSN Tersendat

“Jika tidak dikelola dengan baik dan benar akan berpotensi merusak lingkungan, sehingga dengan diadakannya rakor diharapkan para pengusaha tambang lebih berkomitemen lagi dalam mengelola lingkungan sesuai dengan kaidah good maining practice atau kaidah teknik pertambangan yang baik,” ujar Mursal.

Pada rakor tersebut, narasumber Profesor Dr Suhaili Asmawi menyampaikan materi tentang pengelolaan lingkungan hidup. ril/dio