loader image

Pembuat Bata Diamankan BNNK

D:\Data\Juli 2021\2207\2\2\asli\Pembuat Bata Ini Diamankan BNNK.jpg
KETUA BNNK Tabalong Kompol Ricky Lesmana didampingi Kepala Badan Kesbangpol Tabalong Rahadian Noor saat menunjukkan paketan sabu milik tersangka MR.

TANJUNG – Seorang wanita paruh baya berinisial MR (47), diamankan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tabalong karena diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu.

MR, warga Padat Karya, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, diamankan saat berada di depan rumahnya beserta barang bukti 27 paket sabu, Senin (19/7), sekitar pukul 11.00 Wita.

Kepala BNNK Tabalong, Kompol Ricky Lesmana mengatakan, penangkapan MR merupakan pengembangan pada kasus sebelumnya, yang mengamankan dua orang ladies di sebuah kafe di Gunung Batu, dan tiga orang pemakai sabu.

“Penangkapan MR ini, atas nyanyian dari lima orang pemakai sabu yang kita amankan sebelumnya,” ujarnya di kantor BNNK Tabalong, Rabu (21/7).

Ia menambahkan, pada kelima orang pemakai ini tidak ditemukan barang bukti sebagai pengedar, hanya sebatas penyalahgunaan sabu. “Pada saat penangkapan MR inilah kita menemukan barang bukti 27 paket sabu siap edar,” ujarnya.

Total sabu yang ditemukan dari tersangka seberat 12 gram, yang disimpan dalam tas tangan. Wanita yang berprofesi sebagai pembuat batu bata merah ini, tertangkap basah menyimpan pipet sebanyak enam batang, satu pipa modifikasi, dan sejumlah uang tunai hasil penjualan narkoba.

Ricky mengatakan, menurut pengakuan tersangka, dirinya mendapat sabu tersebut dengan membelinya dari warga Kota Amuntai berinisial J (30).

“Untuk tersangka J sendiri saat ini sudah masuk dalam DPO,” jelasnya.

Atas perbuatannya, MR dijerat Pasal 114 (1) subsider 112 (1) dengan hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal seumur hidup.

Selain itu, BNNK Tabalong akan merehabilitasi 12 korban penyalahgunaan narkotika dari hasil razia selama satu minggu.

Ricky mengatakan, 12 orang ini terjaring saat razia di kafe Arjuna dan Kecamatan Murung Pudak. “Sesuai Undang Undang Narkotika, para pengguna narkoba ini wajib menjalani rehabilitasi medis ataupun sosial,” jelas Ricky.

Ia menjelaskan, di kafe Arjuna terjaring dua wanita pengguna narkotika golongan I, dan hasil tes urine positif mengandung metamfetamin. Sedangkan di Kecamatan Murung Pudak, ada empat pengguna narkoba yang diamankan bersama barang bukti berupa alat isap sabu atau bong.

“Biasanya rehabilitasi dilaksanakan enam hingga delapan bulan. Untuk 12 pengguna ini, akan mendapatkan rehab jalan, termasuk konseling dengan psikiater,” tambah Ricky.

Rehabilitasi sendiri, merupakan upaya untuk menyelamatkan korban pengguna narkotika dari ketergantungan sehingga bisa hidup normal sehat jasmani dan rohani. Termasuk dapat menyesuaikan dan meningkatkan kembali keterampilan, pengetahuan, kepandaian, dan pergaulannya dalam lingungan hidup atau dengan keluarga (resosialisasi). rls