loader image

Copa Libertadores: Boca Juniors Kalah

D:\Data\Juli 2021\2207\9\9\atletico-mineiro-vs-boca-juniors-4_169.jpg

Belo Horizonte – Keributan terjadi usai laga 16 besar Copa Libertadores antara Atletico Mineiro vs Boca Juniors. Tim tamu, yang akhirnya tersingkir, merasa dicurangi oleh wasit.

Berlangsung di Estádio Mineirão, Rabu (21/7/2021) pagi WIB, laga sudah berjalan panas sejak waktu normal. Sebuah gol Boca Juniors di babak kedua lewat Marcelo Weigandt dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR) meski para pemain tim tamu merasa gol tersebut sah. Keributan pun lantas terjadi di lapangan, mengakibatkan asisten pelatih dari masing-masing klub ikut diusir wasit. Namun puncak perselisihan terjadi seusai pertandingan.

Laga ini harus dituntaskan lewat adu penalti setelah berakhir imbang tanpa gol. Di leg pertama sepekan sebelumnya di Buenos Aires, pertandingan juga berakhir seri 0-0. Atletico Mineiro akhirnya keluar sebagai pemenang lewat skor 3-1. Ignacio Fernandez, Junior Alonso, dan Everson berhasil menuntaskan penalti dengan baik, sedangkan di kubu Boca Juniors, hanya Marcos Rojo yang sukses mencetak gol.

Boca Juniors yang sejak awal tak puas dengan keputusan wasit Esteban Ostojich merasa sang pengadil berpihak kepada Atletico Mineiro. Mereka pun kemudian menyerang ruang ganti Mineiro untuk mengkonfrontasi wasit yang berlindung di sana.

Petugas kepolisian di stadion pun bereaksi. Dilaporkan ESPN, para polisi menyemprotkan gas air mata ke arah para pemain Boca Juniors.Dilaporkan Sportbible, delapan orang Boca Juniors juga ditahan oleh polisi, terdiri dari pemain dan staf, namun tak disebut siapa saja. Duta besar Argentina di Belo Horizonte sampai turun tangan untuk membantu membebaskan para delegasi Boca Juniors yang ditahan.

Kejadian ini diperkirakan berbuntut hukuman bagi kedua tim. Gelandang Boca Juniors, Diego Gonzalez yakin timnya kalah karena kepemimpinan wasit yang baginya berat sebelah. adp/aff