loader image

DLH belum bisa pastikan penyebab tanah bergerak

RUSAK-Seorang petani berdiri di atas tanah yang terangkat rusak akibat peristiwa tanah bergerak di Desa Sawang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

RANTAU-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tapin saat ini sedang menganalisa penyebab terjadinya pergerakan tanah yang hancurkan lahan pertanian di Desa Sawang, Kecamatan Tapin Selatan.

Kepala DLH Tapin Nordin di Rantau, ia mengatakan, dari hasil pengamatan sementara dilokasi diduga penyebab kejadian berawal dari tekanan tanah akibat longsor.”Analisa sementara belum tentu benar, karena ada tekanan dari tanah longsor di atasnya sehingga mendorong tanah yang di bawah sehingga terangkat ke atas. Seperti kita mendorong karpet jadi ada bagian yang terangkat,” jelasnya usai dilokasi kejadian.

Terlihat dilokasi, wilayah pertanian warga hanya berjarak sepandangan mata dari wilayah aktivitas pertambangan batu bara milik salah satu perusahan yang ada di Tapin. Di dekat lahan pertanian itu terlihat tanggul tambang membentang panjang dan tinggi.

Longsor itu dikatakan Nurdin sampai saat ini belum tentu berasal dari tanggul tambang itu, pihaknya akan memastikan dengan memeriksa tanggul itu. “Rencana hari Rabu ini kami ada kunjungan (ke lokasi) bersama SKPD terkait dan perusahaan,” ujarnya.

Catatan Dinas Pertanian Tapin, dampak dari pergerakan tanah itu sekarang sudah merusak 18 hektar sawah, kolam mina padi 7 hektar, Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) 200 meter dan jalan usaha tani (JUT) 100 meter. “Sedangkan yang terancam sawah seluas tujuh hektar dan kolam minta padi seluas delapan hektar,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Tapin Wagimin mengungkapkan, lokasi terdampak pergerakan tanah itu merupakan salah satu lahan fungsional pertanian yang mampu panen dalam setahun dua sampai tiga kali.{[an/mb03]}