loader image

Rutin Makan Kuaci Bisa Turunkan Gula Darah

D:\Data\Juli 2021\0707\11\Halaman 1-11 Rabu\rutin.jpg

Kuaci atau biji bunga matahari memang paling nikmat dijadikan camilan. Tanpa terasa, makan kuaci sambil mengobrol atau menonton, kita sudah menghabiskan begitu banyak kuaci.

Tapi siapa sangka, selain lezat, ternyata kuaci mengandung banyak manfaat untuk kesehatan lho. Ya, biji dari bunga matahari ini mengandung lemak sehat, senyawa tanaman yang bermanfaat serta beberapa vitamin dan mineral.

Selain itu, kuaci juga sangat tinggi vitamin E dan selenium. Ini berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan radikal bebas, yang berperan dalam memerangi beberapa penyakit kronis.

Tidak hanya itu, kuaci merupakan sumber senyawa tanaman yang bermanfaat, termasuk asam fenolik dan flavonoid, yang juga berfungsi sebagai antioksidan.

Oleh karena itu, konsumsi kuaci dapat menbantu menurunkan tekanan darah, kolesterol dan gula darah karena mengandung vitamin E, magnesium, protein, asam lemak linoleat, dan beberapa senyawa tanaman.

Peradangan

Dalam sebuah penelitian pada lebih dari 6.000 orang dewasa melaporkan, mereka yang mengonsumsi biji bunga matahari dan biji-bijian lainnya minimal 5 kali seminggu, memiliki kadar protein C-reaktif 32 persen lebih rendah dibanding orang yang tidak mengonsumsi biji-bijian. Di mana C-reaktif dalam darah, dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Meskipun penelitian ini tidak dapat membuktikan sebab dan akibat, namun vitamin E yang berlimpah dalam kuaci, dapat membantu menurunkan kadar protein C-reaktif. Flavonoid dan senyawa tanaman lainnya dalam kuaci juga membantu mengurangi peradangan.

Baca juga :  Berkah Idul Adha, Penjual Sapi di HST Untung Setengah Miliar

Penyakit jantung

Dalam tinjauan 13 penelitian, orang dengan asupan asam linoleat tertinggi (ada dalam kuaci) memiliki risiko 15 persen lebih rendah terkena penyakit jantung. Yaitu serangan jantung dan risiko kematian akibat penyakit jantung 21 persen lebih rendah, dibandingkan dengan mereka yang memiliki asupan terendah asam linoleat.

Diabetes

Studi menunjukkan, orang yang makan 1 ons atau 30 gram biji bunga matahari setiap hari sebagai bagian dari diet sehat, dapat menurunkan gula darah sekitar 10 persen dalam 6 bulan. Efek penurun gula darah dari kuaci mungkin sebagian disebabkan oleh senyawa tanaman yang disebut asam klorogenat.

Studi juga menunjukkan, menambahkan biji bunga matahari ke dalam makanan, dapat membantu mengurangi efek karbohidrat pada gula darah. Protein dan lemak yang terkandung dalam kuaci, memperlambat laju pengosongan perut dan memungkinkan pelepasan gula dari karbohidrat secara bertahap. Namun, penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan.viv/ron