loader image

Tangkap Ikan Jangan Gunakan Bahan Berbahaya

D:\Data\Juni 2021\2306\2\2\hal 2\Menangkap Ikan Jangan Gunakan Bahan Berbahaya.jpg
AKBP M MUCHDORI

TANJUNG – Kapolres Tabalong AKBP M Muchdori mengimbau kepada warga agar jangan melanggar hukum dalam aktivitas menangkap ikan di sungai atau di rawa. Seperti melakukan penyetruman dan menggunakan bahan-bahan dilarang seperti potas, yang dinilai membahayakan bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

“Penyetruman ikan dan potas sangat membahayakan ekosistem. Ikan-ikan kecil mati akibat disetrum dan racun,” katanya, Selasa (22/6).

Jika didapati ada warga yang mencari ikan dengan cara ilegal, petugas tidak akan segan untuk melakukan penangkapan terhadap oknum tersebut.

Ia menambahkan, pihaknya sudah menerima laporan dari warga, terkait penangkapan ikan di perairan rawa Kabupaten Tabalong dengan menggunakan alat setrum, yang dilakukan oleh oknum warga Tabalong.

Menurutnya, selain membahayakan lingkungan sekitar, mencari ikan dengan cara disetrum juga sangat membahayakan bagi oknum tersebut, karena bisa tersengat aliran listrik dan ikan hasil tangkapan mengandung racun, sehingga rawan untuk dikonsumsi.

Selain itu, ia mengungkapkan, permasalahan adanya aksi penyetruman ikan di Tabalong dapat menimbulkan gangguan kamtibmas antara si pencari ikan atau penyetrum dengan masyarakat setempat.

“Kita khawatirkan akan terjadi main hakim sendiri oleh masyarakat terhadap para pelaku penyetrum ikan di wilayahnya,” kata Muchdori.

Polres Tabalong mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk stop menangkap ikan menggunakan alat setrum dan potas.

Karena, perbuatan ini dilarang atau melanggar hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat 1 dan atau Pasal 86 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan juncto Pasal 100B Undang-Undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2009 tentang Perikanan dengan pidana penjara 5 tahun dan denda lima milyar rupiah. rls