loader image

Teken MoU Dengan BPTP, Tabalong Diharap Jadi Produsen

F:\ARSIP WEBSITE MATA BANUA\2021\Juni\11 Juni 2021\12\hal 12\kontrak.jpeg
TEKEN MOU – Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani saat melakukan penandatanganan MOU dengan Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian Kalsel, di Wisma Tamu Pendopo Bersinar, Pembataan, Murung Pudak, Tabalong.

TANJUNG – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Tabalong melakukan kerjasama dengan Badan Peneliti dan Pengembangan Pertanian Kementrian RI, tentang kerjasama penelitian dan pengembangan pertanian Tabalong.

Perjanjian kerjasama ini, ditandai dengan ditandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) oleh Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani dengan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Amin di Wisma Tamu Pendopo Bersinar, Pembataan, Murung Pudak, Tabalong, Kamis (10/6).

Anang mengatakan, pihaknya kesulitan dalam memajukan pertanian Tabalong, dikarenakan terperangkap oleh ekonomi dualistik yang ada di Tabalong.

“Karena kalau suatu daerah itu terdapat sektor tambang, semaju apapun sektor pertanian akan tertutupi oleh megahnya sektor pertambangan,” katanya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya orientasi perekonomian di Tabalong, hanya dikuasai oleh rezim produksi, yang membuat masyarakat nya hanya terpaku pada sektor pertambangan.

Namun, tambahnya, sekarang Tabalong sudah memasuki rezim pemasaran, dan sudah menikmati bagaimana menjual hasil pertanian.

“Dan ternyata, menjual hasil pertanian itu sangatlah mudah,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya tidak akan memaksa konsumen baru untuk mengkonsumsi apa yang dihasilkan oleh Tabalong sekarang.

“Namun, kita harus berpikir bagaimana kita bisa memproduksi yang menjadi konsumen baru,” katanya.

Kepala BPTP Kalsel, Muhammad Amin mengatakan, kerjasama dengan pemkab Tabalong sudah berjalan, khususnya kerjasama dibidang pengembangan ayam KUB.

“Ke depan, kita akan melakukan kerjasama dibidang pengembangan Sumber Daya Genetik (SDG) local, yang berada di Tabalong, salah satunya durian,” ujarnya

Ia mengungkapkan, dalam kerjasama ini akan dikaji bagaimana melakukan identifikasi dan karakterisasi terkait dengan SDG tersebut.

“Untuk durian ini, ada 10 varietas yang sudah didaftarkan. Dan sudah lulus sertifikasi sejak tahun 2018 sampai sekarang,” ucapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan memberikan dukungan lainnya, seperti bagaimana agar inovasi teknologi terus berkembang di Kabupaten Tabalong, dalam rangka meningkatkan produktivitas.

“Baik tanaman pangan, palawija, maupun ternak,” ujarnya.

Pihaknya berharap, ke depan sektor pertanian di Tabalong dapat lebih maju. Terlebih sebagai salah satu kabupaten yang bersebelahan langsung calon Ibu Kota Negara (IKN) yang baru, Tabalong harus bisa menjadi produsen, bukan konsumen. rls