loader image

Tapin Ingin Dijadikan Contoh Penanganan Stunting Nasional

F:\ARSIP WEBSITE MATA BANUA\2021\Juni\11 Juni 2021\6\2a.JPG
Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Safriati Safrizal ZA secara simbolis menyerahkan peralatan sekolah kepada salah satu anak di Kabupaten Tapin.

RANTAU – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Safriati Safrizal ZA meng­inginkan Kabupaten Tapin menjadi contoh penanganan stunting nasional.

Hal itu diungkapkan, Safriati saat menyampaikan arahan pada Rembuk Stunting Konvergensi Percepatan dan Pencegahan Stunting di Kabu­paten Tapin, Selasa (8/6).

“Saya ingin salah satu desa di Kabupaten Tapin menjadi pilot project program PKK Tanggap dan Tangguh, di­mana desa itu merupakan desa yang memiliki angka stunting yang cukup tinggi dengan adanya program ini kita bisa intervensi sehingga dapat menurunkan angka stunting serta bisa direplikasi daerah lain,” katanya.

Disampaikan Safriati, Tim Penggerak PKK Pusat tengah menggagas dan mendorong Keluarga PKK Tanggap dan Tangguh Bencana.

Keluarga PKK Tanggap dan Tangguh Bencana adalah suatu Desa/Kelurahan binaan PKK untuk mewujudkan keluarga dan ling­kungan yang sehat melalui program kesehatan, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat.

Menurut dia, ada beberapa capaian Program Keluarga PKK Gagah Bencana salah satunya adalah penurunan angka stunting.

Safriati menilai, Kabupaten Tapin memiliki komitmen yang kuat untuk menurunkan stunting dan komitmen itu ditandai pelun­curan kartu Si Dama Suka Ceting (Sistem Informasi Dasa Wisma Supaya Kita Cegah Stunting) kemudian akan dilakukan secara online.

Menurutnya, percepatan penurunan stunting harus terus dilakukan seperti mencegah stunting melalui makanan yang bergizi, kampanye cegah stunting serta pencegahan pernikahan usia anak.

Sebelumnya, Bupati Tapin, HM Arifin Arpan mengucapkan terima kasih atas perhatian Tim Peng­gerak PKK Provinsi Kali­ma­ntan Selatan kepada daerahnya.

Arifin mengatakan, daerah­nya terus berupa menekan angka permasalahan tumbuh kembang yang ditandai tinggi badan anak kurang dari tinggi badan normal pada usianya atau stunting.

Dia menyatakan, pertemuan kali ini sangat penting untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting dapat terlaksana secera efektif dan efisien.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, Alfian Yusuf mengatakan, hasil E-PPGBM update pengukuran 86 persen di bulan penimbangan Februari 2021 yaitu 14,39 persen.

“Alhamdulillah berkat dukungan Pemprov Kalsel dan kerja sama tim KP2S, Pemkab Tapin dapat memenuhi target yang telah ditetapkan pemerintah yaitu dibawah target nasional 21,1 persen,” katanya.

Pada kegiatan ini, Pj Ketua PKK Kalsel menyerahkan 1.000 masker kepada Pemkab Tapin serta peralatan sekolah berupa tas kepada anak-anak di Desa Pandahan. syh/adpim/ani