loader image

Safriati Ingin Percepatan Pencegahan Stunting Di HSU

F:\ARSIP WEBSITE MATA BANUA\2021\Juni\11 Juni 2021\6\1a.JPG
Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Safriati Safrizal ZA berfoto bersama usai menyerahkan makanan tambahan bergizi kepada anak-anak di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dalam rangka pencegahan stunting.

AMUNTAI – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Safriati Safrizal ZA mengun­jungi Lokasi Khusus (Locus) stunting di Desa Jingah Bujur, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kamis (10/6).

Pj Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Safriati Safriza ZA mengatakan strategi dalam penanganan stunting diantaranya melalui makanan yang bergizi, kampanye cegah stunting serta pencegahan pernikahan usia anak.

Menurut Safriati, pentingnya memperhatikan asupan makanan bergizi bagi ibu hamil, bayi dan balita, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan dan masalah kekurangan gizi adalah masalah sangat kompleks di masyarakat sehingga membutuhkan peran lintas sektor termasuk TP-PKK.

Safriati juga mengatakan, aspek promotif berupa sosialisasi bagi ibu hamil dan keluarga untuk meningkatkan pemahaman mencegah stunting.

Sosialiasi mengenai hal itu dila­kukan dengan melibatkan PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, RT dan RW serta kader PKK sendiri. “Saya kira sinergi dan kolaborasi dalam pena­nganan stunting tidak bisa di­tingga­l­kan,” katanya.

Pj Ketua PKK Kalsel juga meng­apresiasi peran Pemkab HSU dalam menangani stunting.

Sebelumya Ketua PKK Kabupaten HSU, Hj Anisah Rasyidah menga­takan, pada tahun 2013 daerahnya termasuk 100 daerah yang menjadi fokus penanganan stunting secara nasional.

“Pada 2013 angka stunting men­capai 56 persen menjadi cambuk bagi kami untuk berbenah menanganinya,” katanya.

Dikatakanya, untuk menindak­lanjuti itu, maka dibuat Peraturan Bupati (Perbub) untuk mengatur cara kesehatan ibu dan anak bisa terlayani ditingkat layanan dasar, perilaku PHBS serta membentuk tim pena­nganan stunting.

Disampaikanya, segala upaya yang dilakukan angka stunting Kabupaten HSU tahun demi tahun terus menurun hingga 2020 sekitar 20,51 persen. syh/adpim/ani