loader image

Pupuk Subsidi di Kabupaten Tala Terbatas

F:\ARSIP WEBSITE MATA BANUA\2021\Juni\11 Juni 2021\4\tala.JPG
MENYAMPAIKAN KETERANGAN – Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Ekobangkesra) Setdakab Tala, Akhmad Hairin menyampaikan keterangan pers usai memimpin Rapat Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) di Kabupaten Tala.

PELAIHARI – Terbatasnya jumlah pupuk subsidi nasional, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) terus berupaya agar petani dapat tergabung dalam kelompok tani (Poktan).

Hal itu disampaikan Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Ekobangkesra) Setdakab Tala, Akhmad Hairin usai memimpin Rapat Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Tanah Laut, Selasa (8/6) di Aula Barakat Setdakab Tala, di Pelaihari.

“Kita berharap pupuk bersubsidi ini tersalurkan, terdistribusi sesuai dengan yang seharusnya menerima yang layak menerima dan tidak ada penyalahgunaan, tidak ada yang salah sasaran,” ungkap Hairin.

Diakui Hairin, jumlah pupuk subsidi secara nasional memang terbatas sehingga jatah setiap daerah pun memiliki batasan.

“Tidak semua petani akan mendapat pupuk subsidi ini, yang mendapat itu adalah mereka yang tergabung dalam kelompok dan petani di luar tersebut dipastikan tidak akan dapat pupuk subsidi,” tegas Hairin.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Tala, M Faried Widyatmoko menambahkan, sebagian besar petani di Tala sudah masuk ke dalam kelompok tani. Faried berharap distribusi pupuk subsidi dapat berjalan dengan baik dan risiko penipuan kandungan produk juga dapat dihindari oleh petani di Tala. “Jangan sampai di kemasan kandungannya 15 persen ternyata kandungannya hanya 5 persen,” pesannya. ris/ani