loader image

Masyarakat Keluhkan Jalan Tambal Sulam

F:\ARSIP WEBSITE MATA BANUA\2021\Juni\11 Juni 2021\2\2\Masyarakat Keluhkan Jalan Tambal Sulam 1.jpeg
SITUASI jalan sebelum (kiri) dan sesudah tambal sulam.

TANJUNG – Masyarakat Desa Muara Uya mengeluhkan kerusakan jalan di desa mereka, yang ternyata tidak direspons serius pemerintah setempat. Hingga Kamis (10/6), belum ada perbaikan yang bersifat menyeluruh. Perbaikan sekadar tambal sulam pada titik yang berlubang.

Pengaspalan dengan cara tambal sulam ini, sebenarnya sudah pernah dikerjakan oleh dinas terkait pada empat bulan yang lalu, namun sekarang kembali rusak dan ditambal sulam lagi.

Menurut Haris, warga Desa Muara Uya RT 01, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong, kerusakan jalan ini sudah terjadi lebih dari lima tahun. Tetapi, pemerintah hanya melakukan perbaikan secara tambal sulam.

“Di beberapa titik jalan, terlihat ada lubang cukup dalam. Kedalaman lubang bervariasi, mulai 5 cm hingga 10 cm,” terangnya kepada wartawan.

Ia mengungkapkan, jalan ini merupakan salah satu akses pintu masuk kendaraan roda empat dan roda dua ke Pasar Muara Uya. Praktis, kendaraan yang melintas kebanyakan kendaraan yang bertonase tinggi.

“Kalau hanya perbaikan tambal sulam saja, paling lama bertahan tiga bulan. Kemudian, jalan akan kembali rusak,” ucap Haris.

Hal senada juga diungkapkan warga lainnya, Rizki. Menurutnya, perbaikan jalan tambal sulam sudah sering dilakukan. Namun, usia perbaikan tidak pernah panjang, karena jalan yang ditambal cepat rusak kembali.

“Awal tahun kemarin, sebenarnya sudah ditambal. Tapi tidak bertahan lama,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah dapat melakukan perbaikan secara menyeluruh, agar pekerjaan pengaspalannya tidak bolak-balik. Hal ini tentu akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, karena perbaikan dan pengaspalannya tidak bertahan lama. rls