loader image

Tidak Ada Alasan Persulit Izin Investasi di Tala

PELAIHARI – Bupati Tanah Laut (Tala), HM Sukamta mengungkapkan banyak perusahaan asing yang ingin berinvestasi di Kabupaten Tala seperti negara India yang ingin berinvestasi Bijih Besi dan masih ada beberapa negara serta investor asing yang ingin bekerjasama dengan Pemkab Tala.

“Kami akan mempermudah perizinan bagi para investor yang ingin berinvestasi di Tala selama mematuhi amanat undang-undang,” ujarnya di Pelaihari, Selasa (8/6).

Hal itu disampaikan Sukamta saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Tala yang digelar oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, di Hotel Sinar Pelaihari.

Sukamta mengatakan, digelarnya rakor ini untuk melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian dan menjadi sangat penting bagi Kabupaten Tala, karena saat ini minat investor ke Tala memang cukup tinggi.

“Sejumlah perusahaan asing sudah ada yang menghubungi kami, contohnya dari Negara India yang ingin berorientasi biji besi, ini karena ada kebijakan dari Presiden boleh ekspor biji besi dalam bentuk mentah sehingga mendongkrak minat investasi oleh pihak asing di Kabupaten Tala,” ucap Sukamta.

Bupati melanjutkan, sebenarnya sudah hampir lima tahun biji besi di Tala betul-betul terhenti sehingga Perusahaan Daerah (PD) Baratala yang bergerak dibidang biji besi sudah hampir gulung tikar dan untuk membayar gaji karyawan saja hampir tidak bisa dalam waktu kurun waktu lima tahun ke belakang.

“Alhamdulillah dari tahun 2020, manajemen kita perbaiki dan ada perubahan kebijakan biji besi dari Presiden sehingga sudah ada beberapa investor yang ingin bekerjasama, semoga ini awal dari perubahan yang baik,” ucapnya.

Turut berhadir pada rakor itu Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kalsel, Teodorus Simarmata, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Sahat Pasaribu, Kepala Kejari Pelaihari, Ramadani, SH, MH serta Kepala SKPD terkait lingkup Setdakab Tala. ris/ani