loader image

Budidaya ikan Air Tawar Tehnologi Sistem Bioflok

F:\ARSIP WEBSITE MATA BANUA\2021\Juni\10 Juni 2021\3\kot 1.jpg
SISTEM BIOFLOK-HSNI Kotabaru, tinjauan tempat budidaya ikan air tawar Tehnologi Sistem Bioflok.

KOTABARU- Ketua Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ( HNSI ) Kabupaten Kotabaru, H.Iberahim dan Ketua Cabang Kabupaten Tanah Bumbu, H.Kasim , Liat secara dekat lokasi Budidaya ikan air Tawar dan Diklat tehnologi sistem bioflok yang berlokasi di area Pusat Pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan.

Kedua Pimpinan Ormas HNSI ini, di dampingi oleh Wakil Ketua dan Sekretaris DPC HNSI Kab.Kotabaru, AIDIL Syarifuddin dan Syafruddin, Ketua DPC HNSI Kab.Tanah Bumbu di dampingi oleh Sekretarisnya, Nur Effansyah.

Mereka akan mengembangkan Tehnologi Sistem Bioflok di daerahnya masing, yaitu melalu kelompok HNSI yang berada ditingkat desa dan kelurahan Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu Kalimantan Selatan,karena sistem budidaya seperti ini, betul betul akan membantu pertumbuhan ekonomi Masyarakat.

Mereka melihat lokasi Budidaya, dan tempat Pendidikan & Latihan (Diklat), mereka ingin mendapatkan informasi dari Pimpinan Pengelola Budidaya, dari awal sampai panen Budi Daya dan juga tehnis pemasaran hasil panennya.

Pimpinan Budidaya, Masrufi paparkan, Bioflok itu adalah, BIO itu artinya, Hidup, dan FLOK itu artinya, gumpalan, jadi Bioflok itu artinya Gumpalan Hidup, maksudnya Bakteri bakteri yang ada didalam Kolam itu atau Bakteri yang dibudidayakan, tumbuh menjadi gumpalan gumpalan yang akhirnya menjadi makanan ikan.

Lanjutnya, dengan Tehnologi sistem Bioflok ini, sisa sisa pakan dan kotoran ikan dalam kolam itu, akan diolah oleh bakteri tersebut sehingga bakteri itu menjadi makanan jenis jenis ikan yang ada dalam kolam itu.

Keuntungan berbudi daya sistem seperti ini, diantaranya, (1).Menguatkan kelangsungan hidup ikan di kolam itu mencapai 90%, artinya resiko kematian hanya 10 % saja. (2). Tanpa pergantian air, air bekas budidaya tidak berbau, dan tidak mengganggu lingkungan disekitarnya, disekitar Budidaya. (3).Air Kolam bisa disenergikan dengan tanaman, misalnya bermacam tanaman sayur sayuran. (4). Padat tebar bibit mampu mencapai 100- 150 ekor / M3 atau mencapai 15 kali lipat bila dibandingkan dengan kolam biasa. (5).Waktu pemeliharaan lebih singkat, dari benih yang ditebar ukuran 8- 10 cm, masa panennya hanya 3 – 4 bulan hasil panennya mencapai berat 250 – 300 gram/ ekor.

Jenis ikan yang dikembangkan adalah, ikan nila, paten, lele, Papuyu ( ikan batuk ) dan ikan gabus ( Haruan). Pengelola melanjutkan lagi, Teknologi sistem Bioflok sekarang sudah mulai di kembang oleh Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ), sekarang sudah lama tumbuh menjamur Budidaya BIOFLOK ini, diluar Kalimantan Selatan.

Tehnologi Bioflok diyakinkan dapat meningkatkan hasil Produksi, apa lagi yang dibudidayakan itu jenis ikan lele, hasil mrncapai 3x lipat dibandingkan dengan cara budidaya biasa, bukan sistem Bioflok.

Pemerintah sekarang terus meningkatkan ketahanan pangan dari sektor Perikanan, saat ini Pemerintah mengembangkan budidaya ikan nila dengan Tehnologi sistem Bioflok, juga jenis ikan lain sepetin yang disebutkan diatas tadi, Pemerintah menjalin kerja sama dengan Pembibitan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT).

Dijelaskannya lagi tentang Budidaya pemeliharaan ikan dengan sistem Bioflok, dengan cara menumbuhkan mikroogamisme yang berfungsi mengolah limbah Budidaya itu sendiri menjadi gumpalan gumpalan kecil yang bermanfaat sebagai makanan alami ikan.

Masrufi menjawab pertanyaan wartawan , Sekaligus mengakhiri terkait tentang cara membuat bioflok, caranya adalah, Media Garam, Kapur Dolomit, Molse, Probiotik. Dicampur dengan air diwadah Budidaya, Selanjutnya campuran air itu didiamkan selama 1 minggu, setelah itu ikan baru bisa diteburkan kedalam kolam terpal sitem bioflok, “ tutupnya.{[ebet/mb03]}