loader image

Pemkab Banjar Sosialisasikan Rutilahu dan UEP KUBE

F:\ARSIP WEBSITE MATA BANUA\2021\Juni\9 Juni 2021\12\hal 12\ktk Banjar.jpg
SAMBUTAN – Wakil Bupati Banjar H Said Idrus Al Habsyie memberikan sambutan saat membuka acara Sosialisasi Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Usaha Ekonomi Produktif Kelompok Usaha Bersama (UEP KUBE).dio

MARTAPURA – Salah satu upaya mendukung percepatan penanganan kemiskinan di Kabupaten Banjar, dilaksanakan Sosialisasi Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Usaha Ekonomi Produktif Kelompok Usaha Bersama (UEP KUBE) di Rumah Makan Pondok Lima Sungai Sipai Martapura.

Kegiatan dibuka Wakil Bupati Banjar H Said Idrus Al Habsyie, dan dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banjar H Ahmadi, Kepala Kantor Cabang Bank Kalsel Martapura Iwan, Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos Martha, perwakilan UEP KUBE, dan 13 orang penerima bantuan Rutilahu.

H Said Idrus Al Habsyie mengatakan, Kabupaten Banjar masih rentan dengan permasalahan sosial, terlebih lagi setelah bencana banjir dan Pandemi Covid -19 yang masih melanda, dan menjadi perhatian utama Pemkab Banjar, serta secara khusus untuk kegiatan juga mendapatkan apresiasi dari pimpinan daerah.

“Dinsos dalam penanganan program ini harus benar-benar mempunyai data yang valid, agar dalam penyaluran dan pelaksanaan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan. Diharapkan melalui kegiatan ini memberikan manfaat dan berkah bagi kita semua,” ujar Said Idrus, Selasa pagi (8/6).

Said Idrus menegaskan, pihaknya mendukung semua program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Banjar, dan berharap semua permasalahan sosial di Kabupaten Banjar dapat dikerjakan bersama-sama.

“Diharapkan semua pihak terkait bisa membantu agar tidak ada kendala di kemudian hari,” katanya.

Menurut Kadinsos Banjar H Ahmadi, Rutilahu yang mendapatkan bantuan rehabilitasi meliputi, perbaikan lantai, atap, dinding, serta disesuaikan dengan kebutuhan rumah yang direhab dengan nilai rehabilitasi Rp 15 juta per rumah, dan sumber dana dari APBD Kabupaten Banjar.

“Bedah rumah atau rehabilitasi sendiri ada 7 kategori dengan dana berbeda dan stakeholder berbeda, misal ada dari BNPB, BPBD, dan pihak lainnya. Program rehabilitasi hari ini bekerjasama dengan CSR pihak ketiga yaitu Bank Kalsel,” ujar Ahmadi.

Ahmadi menjelaskan, program rehabilitasi ini sejak 2017, dengan target capaian 7.000 rumah, dan hingga saat ini baru 201 yang terlaksana, atau masih tersisa 97 persen yang harus dikerjakan. “Pemkab Banjar dan pihak pemberi CSR, dapat membantu lebih banyak,” ucap Ahmadi. Dio/rds

dae