loader image

Diharapkan Jadi Barometer Nasional

D:\Data\Juni 2021\0906\Halaman 1-11 Rabu\foto 2.JPG
SEKDAPROV Kalsel Roy Rizali Anwar saat melakukan pertemuan dengan Komite I DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI yang melakukan kunker di Kalsel, sekaligus monitoring pesiapan pelaksanaan PSU Pilgub Kalsel.

BANJARBARU – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kalimantan Selatan, guna memonitor pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan.

Dalam kunker di Kalsel, Komite I DPD RI tersebut diterima Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar di Kantor Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, Senin (7/6).

Kunker dilakukan dalam rangka Raker bersama DPD RI dengan jajaran Pemprov Kalsel, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), TNI/Polri dan pihak terkait penyelenggaraan PSU Pilgub Kalsel.

Usai Raker, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar mengungkapkan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Komite I DPD RI dalam rangka memantau dan pengawasan PSU Pilgub Kalsel.

“Anggota DPD RI juga memberikan semangat kepada penyelenggara dan pemerintah daerah serta masyarakat agar pelaksanaan PSU Pilgub Kalsel berjalan lancar, damai dan sejuk,” kata Roy.

Komite I DPD juga berharap penyelenggara dapat melaksanakan PSU secara profesional sekaligus pelaksanaan PSU Pilgub di Kalsel ini dapat menjadi barometer secara nasional.

“DPD juga berharap penyelenggaran PSU Pilgub Kalsel ini dapat dijadikan barometer secara nasional,” kata Roy.

Sementara saat raker dibahas seputar persiapan logistik pemilu, penerapan protokol kesehatan di lingkup TPS serta dinamika masyarakat di lapangan.

“Komite I DPD RI perlu melakukan kunker ke Kalsel dalam rangka pengawasan, sebagai upaya mendorong Pilkada yang jujur dan adil,” ujar Wakil Ketua Komite I DPD RI, Fernando Sinaga saat membuka diskusi.

Baca juga :  Atensi Paman Birin, Hantarkan Pemprov Kalsel Raih ANRI Award

Fernando mengatakan, peningkatan kualitas demokrasi di daerah sangat penting demi lahirnya pemimpin yang kuat dan adil.

Komisioner KPU Kalsel, Hatmiati menerangkan, logistik kini sudah berada di kabupaten dan kota yang menjadi lokasi PSU Pilgub Kalsel.

PSU Kota Banjarmasin akan dilaksanakan pada 301 TPS di 12 kelurahan, Kabupaten Banjar, pada 502 buah TPS terletak di 5 kecamatan, sedangkan di Kabupaten Tapin, hanya satu kecamatan dengan 24 TPS.

“Semua sudah dalam proses siap untuk bekerja dan untuk logistik di Kota Banjarmasin akan dilakukan pelepasan secara seremonial, H-1, akan di-drop di 301 TPS,” jelasnya.

Mengenai protokol kesehatan, pihak KPU akan menerapkan mekanisme yang sama dengan pelaksanaan pencoblosan Pilkada 9 Desember 2020 lalu. “Mulai dari pemilih memakai masker, sampai jadwal yang ditentukan agar mencegah kerumunan,” katanya.

Sementara itu, anggota Bawaslu Kalsel, Nur Kholis Majid menyebutkan upaya-upaya yang sistematis dan strategis demi mencegah terulangnya persoalan PSU. Salah satunya adalah mengerahkan patroli pengawasan di titik-titik TPS.

“Saya memohon pada masyarakat, jika terjadi (hal-hal yang tidak etis) tolong laporkan ke Bawaslu. Bawaslu membuat posko di masing-masing tempat untuk menerima laporan masyarakat jika terjadi pelanggaran,” kata Majid.

Salah satu anggota Komite I asal Dapil Kalsel, Habib Abdurrahman Bahasyim atau akrab disapa Habib Banua menitipkan pesan pada paslon terpilih. “Saya harap paslon terpilih mengedepankan sikap negarawan, menjaga ketertiban serta kondusifitas daerah,” harapnya.

Baca juga :  Dikritik, Anggota DPR Isoman di Hotel Berbintang

Senator asal Kalsel itu berharap, Banua bisa mendapatkan pemimpin terbaik untuk mengawal pembangunan selama tiga tahun ke depan. adpim/ani