loader image

Kasus Pengancaman Terhadap Khairil Tetap Diproses

D:\Data\Juni 2021\0806\Halaman 1-11 Selasa\Kompol Alfian Tri Permadi SIK.jpeg
Alfian Tri Permadi

BANJARMASIN – Mapolresta Banjarmasin terus menindaklanjuti kasus pengancaman yang dilakukan sekelompok orang di mobil berstiker Satgas Pencegahan Money Politik Nahdlatul Ulama (NU), yang diduga tergabung dalam tim pemenangan paslon tertentu di Pilgub Kalsel.

Hingga kini prosesnya sedang dalam penyelidikan oleh penyelidik Polresta Banjarmasin karena terkait pasal 335 KUHP mengenai pengancaman kepada seseorang.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Alfian Tri Permadi SIK mengatakan, pada Sabtu (5/6)pukul 02.00 wita ada laporan terkait pelanggaran pasal 335 KUHP mengenai pengancaman dan ditindaklanjuti dalam prosesnya penyelidikan oleh pihak penyelidik.

“Untuk sementara kita amankan ada 3 kendaraan, salah satunya unit mobil berstiker Satgas Pencegahan Money Politik Nahdlatul Ulama (NU) yang digunakan untuk mengancam korban. Dan, ada satu mobil yang sedang diselidiki keberadaannya,” ujar Kompol Alfian Tri Permadi SIK di Banjarmasin, Senin (7/6).

Sebelumnya, Polda Kalsel mengamankan satu unit mobil berstiker Satgas Pencegahan Money Politik Nahdlatul Ulama (NU) yang diduga tergabung dalam tim pemenangan Pilgub Kalsel pada Jumat (4/6) sekitar pukul 23.30 Wita.

Pasalnya, beberapa orang di mobil berstiker Satgas Money Politik NU itu sempat mengancam akan membunuh warga bernama Khairil (39), yang mereka duga pelaku politik uang.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap mobil Khairil oleh anggota Satgas Pencegahan Money Politik NU dan polisi, ternyata tak ditemukan uang sebagai bukti money politics.

Baca juga :  Korban Banjir Dapat Layanan Kesehatan

Penggeledahan dilakukan di halaman parkir Markas Polda Kalsel, pada Sabtu dini hari (5/6). Kini, kasusnya dilimpahkan ke Mapolresta Banjarmasin untuk selanjutnya dilakukan pemeriksanaan pihak berwajib setepat.

“Mobil saya digeledah bersama-sama oleh anggota Satgas NU dan didampingi polisi. Mereka tak menemukan uang seperti yang ditudingkan ke saya, karena saya memang tidak tahu uang apa yang mereka maksud,” ujar Khairil di Mapolresta Banjarmasin, Sabtu (5/6).

Kini Khairil balik melaporkan anggota Satgas Pencegahan Politik NU yang menggunakan tiga mobil untuk menggeroyok dan menghentikan mobilnya di jalanan, termasuk ancaman pembunuhan jika tak mengikuti instruksi mereka.

Salah satu petugas di Poltabes menyebut, Khairil melaporkan pelanggaran pidana pasal 335 KUHP yakni Perbuatan Tidak Menyenangkan yang dilakukan sekelompok orang di mobil berstiker Satgas Money Politik NU. rds/sam