loader image

Perlu Rp 10 M untuk Normalisasi Semua Sungai

D:\Data\April 2021\1604\hal 5\Doyo Pudjadi.jpg
DOYO PUDJADI

BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin kini berupaya melakukan normalisasi sungai untuk memfungsikan, dan mencegah terjadinya banjir dan genangan ketika musim pasang surut dan musim hujan.

Melalui tim atau satgas normalisasi sungai yang dibentuk dibawah naungan PUPR Kota Banjarmasin, tim terus bergerak melakukan pengerukan sungai dan aliran yang mendangkal akibat sampah dan lumpur.

Plt Kadis PUPR Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi mengatakan, tak sekadar saat banjir menyerang Kota Banjarmasin, pemko baru melakukan pemeliharaan sungai. Namun, sejauh ini tim pasukan turbo rutin melakukan pengerukan sungai dan drainase.

“Kegiatan rutin terus dijalankan bagian bidang sungai dan drainase untuk normalisasi sungai,” kata Doyo, di Balaikota, Kamis (15/4).

Menurut Asisten bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banjarmasin ini, untuk program normalisasi dan revitalisasi sungai tahun ini, memang memerlukan anggaran besar yakni Rp 10 miliar. Hal itu lantaran harus semua sungai yang dikeruk dan dilebarkan, agar tidak terjadi genangan air apalagi banjir seperti yang terjadi tahun ini.

“Karena Banjarmasin merupakan wilayahnya di kelilingi sungai, maka bisa saja pasang surut. Jika diprediksi hujan dan pasang, bagi pemko minta semua warga agar tetap siaga, dan diminta untuk sama-sama menjaga sungainya,” katanya.

Selain itu, pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan sungai yang akan dikeruk, baik secara manual maupun menggunakan alat. Itu sebagai upaya mencegah terjadinya genangan atau banjir lagi.

Pihaknya juga membentuk tim normalisasi sungai untuk mengawasi sungai baik itu dari bangunan liar, jembatan atau pembuangan sampah disungai yang menjadi penyebab penyempit dan mendangkalnya sungai. via