loader image

Forum PBB Himbau Masyarakat Jaga Kondusifitas

F:\ARSIP WEBSITE MATA BANUA\2021\April\16 April 2021\12\hal 12\foto 1.jpg
Forum Pemuda Banua Bersatu (FPBB) menyatakan sikap terhadap persiapan menjelang PSU di Kalsel.(edoy)

BANJARMASIN – Menyikapi tensi politik yang semakin memanas menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Selatan yang akan dilaksanakan pada 9 Juni 2021.

Semua kalangan masyarakat termasuk Forum Pemuda Banua Bersatu (FPBB) menginginkan agar tercipta kedamaian dan keamanan bagi masyarakat di banua ini, tanpa tercoreng dengan adanya fitnah dan provokasi dari pasangan calon baik paslon 01 maupun 02.

Untuk itu, Pengurus Forum Pemuda Banua Bersatu melalui perwakilannya Rikval Fachruri menyatakan sikap menghimbau masyarakat banua agar tetap menjaga kondusifitas Kalsel menjelang PSU 9 Juni 2021.

Masyarakat agar tak terprovokasi dan mengabaikan berbagai pernyataan yang berisi tudingan atau fitnah yang membingungkan serta berpotensi menimbulkan keresahan dan konflik tekait pelaksanaan PSU 9 Juni.

Masyarakat dihimbau merapatkan barisan dan menjaga banua tercinta dari intervensi elit-elit Jakarta atau luar Kalsel yang memiliki kepentingan tersembunyi.” Menghimbau Denny Indrayana agar tak terus menebar berbagai pernyataan yang mengbingungkan dan berpotensi memunculkan keresahan masyarakat.Sebagai mantan pejabat elit Jakarta yang kini mencalonkan Gubernur Kalsel, sudah seharusnya Profesor Denny Indrayana memahami adat,akhlak dan tatanan masyarakat Banua,” ujar Rikval saat membacakan pernyataan sikap dari Forum Pemuda Banua Bersatu di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin,Kamis (15/4) malam.

Serta menghimbau kepada Denny Indrayana yang bergelar Profesor hukum tata negara, agar melapor secara resmi ke Bawaslu Kalsel jika memang telah dicurangi atau mengetahui adanya kecurangan, sehingga tak perlu terus berkoar-koar melalui media sosial yang justru meresahkan masyarakat.

“ Meminta Profesor Denny Indrayana menarik pernyataannya bahwa Bawaslu kalsel tak profesional, karena Profesor Denny telah mendegradasi Bawaslu Kalsel sebagai lembaga resmi negara,” tegasnya.

Sebagai elite pusat yang pernah menjabat Wakil Menteri Hukum dan HAM, tak etis da tak elok Denny memberi contoh masyarakat mempermalukan Bawaslu Kaslel secara terbuka.

“ Kami mendukung KPU Kalsel, Bawaslu Kalsel dan Sentra Gakkumdu Kalsel dalam menyelenggarakan PSU yang jujur, adil dan bermartabat,” jelasnya.

Ditambahkan, Imam salah satu pengurus Forum Pemuda Banua Bersatu bahwa adanya keterlibatan elit-elit Jakarta melakukan gerakan dari kolega Denny Indrayana menuding adanya politik uang di Kalsel, bahkan sebenarnya proses laporan politik uang itu sudah dilaporkan ke Bawaslu ternyata tidak dapat dibuktikan.

“Ada apa ini semua kampanye itu tidak ada di daerah PSU, kami juga mempertanyakan elit-elit Jakarta mendukung Denny ini ada kepentingan apa elit-elit Jakarta ini ikut politik Kalsel.Kami sebagai putar-putri daerah ingin Kalsel ini damai dan tenteram,siapapun yang terpilih yang terbaik,”ujarnya.rds