loader image

Syarat Terbang Dengan Tes GeNose Mulai 1 April

F:\ARSIP WEBSITE MATA BANUA\2021\Maret\31 Maret 2021\6\hal 6 - 2 klm (bawah).jpeg

JAKARTA – Pemerintah akan memberlakukan tes GeNose C19 untuk perjalanan udara (penerbangan) dan laut mulai 1 April mendatang.

Artinya, selain tes RT-PCR dan rapid antigen, masyarakat juga dapat menyertakan hasil negatif tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.

Aturan tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 12 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19.

PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II menyatakan per 1 April mendatang akan ada dua bandara yang siap melayani tes GeNose, yakni Bandara Husein Sastranegara di Bandung dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menyebut pihaknya telah melakukan uji coba dengan melibatkan lebih dari 100 pekerja bandara setiap harinya menjelang penerapan tes GeNose.

Awaludin menyebut untuk calon penumpang yang akan berangkat dari kedua bandara tersebut perlu memerhatikan beberapa hal.

Pertama, terkait alur pelaksanaan tes GeNose C19, setiap calon penumpang nantinya harus melakukan registrasi dan memesan/booking tes di aplikasi Farmalab.

Lalu, masuk ke area tes di bandara, mengambil nomor antrean dan menuju ruang tunggu, dan melakukan tes. Kemudian, menunggu hasil tes di ruang tunggu.

“Rangkaian tersebut berdurasi sekitar 10 menit, dari pertama kali mengunduh aplikasi Airport Health Center hingga hasil tes keluar,” katanya dikutip dari rilis, Selasa (30/3).

Lebih lanjut, Awaluddin menuturkan dari uji coba ini secara garis besar ada 3 proses yang harus dilalui bagi setiap orang yang menjalani tes GeNose C19, yaitu pre-process.

Tahap ini meliputi mengunduh dan mendaftarkan diri (sign up) di aplikasi Airport Health Center, verifikasi email, mengisi profil di aplikasi, emesan/booking tes dan melakukan pembayaran.

Kemudian, tahap on-process, seperti verifikasi dan pemberian kantong napas, pengambilan sampel napas, scan QR code data & kantung nafas, analisa sampel napas. Terakhir, post-process alias hasil tes keluar di aplikasi.

“Pelaksanaan tes GeNose C19 di bandara-bandara AP II didukung dengan aplikasi agar pelaksanaan tes dapat lebih teratur secara administrasi dan berjalan lancar. Setiap traveler yang ingin melakukan tes GeNose C19 harus melakukan pemesanan/booking terlebih dahulu melalui aplikasi,” imbuh Awaluddin.

Sebagai langkah antisipasi bila penumpang pesawat tidak memiliki ponsel pintar, AP II akan menyediakan help desk untuk melakukan pelayanan.

Berdasarkan jumlah bilik dan kapasitas mesin GeNose C19, Bandara Husein Sastranegara dapat melayani sekitar 400 orang/hari. Sementara itu, di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dapat melayani sekitar 700 orang/hari.

AP II memperkirakan pada tahap awal jumlah penumpang pesawat yang menggunakan tes GeNose C19 bisa mencapai sekitar 10 persen-15 persen dari total penumpang pesawat yang berangkat. cnn/mb06