loader image

Kasus Pembayaran dengan Cek Kosong, Ketua Kadin Kalsel Dituntut Percobaan

D:\Data\Maret 2021\2303\Halaman 1 -11 Ronny terbit Selasa\KETUA Kadin kalsel 1.jpg
DITUNTUT – TERDAKWA kasus penipuan, Edy Suryadi yang juga Ketua Kadin Kalsel saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di PN Banjarmasin, kemarin.

BANJARMASIN – Edy Suryadi, Ketua Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin) Kalimantan Selatan, yang tersandung kasus dugaan penipuan hingga menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Banjarmasin, termasuk terdakwa tindak pidana yang beruntung.

Betapa tidak, selain tidak pernah ditahan, ia kini hanya dituntut hukuman percobaan.

Pada sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan yang digelar, Senin (22/3), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ira SH, menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana pada pasal 378 KUHP.

Namun, terdakwa dituntut hanya dengan hukuman selama 5 bulan percobaan 10 bulan.

Atas tuntutan JPU, majelis hakim yang diketuai Heru P SH MH, memberikan kesempatan kepada terdakwa yang didampingi penasihat hukum Muhammad Ghazali SH untuk mengajukan pembelaan.

“Kita akan melakukan pembelaan, karena kewajiban klien kita sudah dilakukan sebelum kasusnya sampai ke Pengadilan, dan keberataan dengan tuntutan JPU, karena apa yang didakwakan itu tidak terbukti,” jelas Muhammad Ghazali.

Dalam dakwaan dipaparkan kasus yang menjerat terdakwa Edy Suryadi, berawal dari pemesanan paket sembako sebanyak 15.000 paket kepada pengusaha H Aftahuddin senilai Rp 375 Juta pada tahun 2019.

Setelah paket sembako dikirim, kemudian korban Aftahuddin menagih pembayaran. Oleh terdakwa Edy Suryadi dibayar melalui cek.

Namun, begitu ingin dicairkan, ternyata cek tersebut kosong, sehingga korban merasa dirugikan dan melaporkan kasusnya ke Polda Kalsel.

Perkara dugaan penipuan yang menjerat Ketua Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin) Kalsel, Edy Suryadi sebagai tersangka ini, ditangani pihak Ditreskrimum Polda Kalsel.

Baca juga :  BirinMu Tunjukan Perilaku dan Adab Baik

Direktorat reserse kriminal umum Polda Kalsel, resmi menetapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kalsel, Edi Suryadi sebagai tersangka kasus dugaan penipuan.

Hal itu tertuang dalam surat penetapan tersangka yang dikirim Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel, Kombes Pol, Sugeng Riyadi kepada Kepala Kejati Kalsel bernomor B/86.a-4/IV/Ditreskrimum pada 9 April 2020.

Surat penetapan itu juga didasari Penyidik Ditreskrimum Polda Kalsel dalam menindaklanjuti laporan polisi nomor : LP/311/VI/2019/Kalsel/SPKT, pada 26 Juni 2019 dengan pelapor H Aftahuddin.

Kemudian, surat perintah penyidikan (sprindik) Nomor SP.Sidik/75.d-4/XI/2019/Ditreskrimum tanggal 27 November 2019, dan surat pemberitahuan dimulai penyidikan (SPDP) Nomor B/86-4/XI/2019/Ditreskrimum, tanggal 27 November 2019, serta surat Kejati Kalsel tertanggal 4 Desember 2019 untuk penunjukan jaksa penuntut umum (P16).

Untuk itu, telah dikeluarkan surat Direktur Reskrimum Polda Kalsel nomor B/224-4/X/2019/Ditreskrimum, 30 Oktober 2019 perihal Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP A3).

Dari serangkaian tahapan itu, Edy Suryadi yang merupakan Ketua Kadin Kalsel ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan.

Edy Suryadi yang juga Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) Kalsel ini disangkakan Pasal 378 KUHP, berdasar hasil gelar perkara di Aula Polda Kalsel, 2 April 2020. ris